Efek Stimulus Bank Sentral, Bursa China Menggeliat

Penguatan Bursa Shangai menjadi titik cerah bagi geliat pasar modal di China yang dalam sebulan terakhir mendapat tekanan seiring wabah virus corona.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  10:59 WIB
Efek Stimulus Bank Sentral, Bursa China Menggeliat
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Stimulus yang digelontorka Bank Sentral China (PBOC) mulai menampakkan hasil. Bursa China pada perdagangan Selasa (11/2/2020) dibuka menguat dan menjadi titik cerah bagi geliat pasar modal di Negeri Panda.

Indeks Shanghai Composite melanjutkan tren penguatan pada penutupan Senin (10/2/2020) dan dibuka naik 0,14 persen atau 4,054 poin ke level 2.894,542. Pada pukul 8.48 WIB, indeks masih bergerak menguat 0,36 persen ke level 2.900,86.

Dari 1.543 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite, 643 di antaranya menguat, 799 melemah, dan 101 saham stagnan. Di sisi lain, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen yang berisi saham-saham bluechip berbalik naik 0,07 persen atau 2,19 poin ke level 3.366,09.

Sebelumnya indeks CSI dibuka dengan pergerakan memasuki zoba hijau sebesar 0,27 persen atau 10,42 poin ke level 3.926,42. Pada pukul 8.48 WIB, indeks tersebut masih bergerak menguat 0,64 persen menjadi di posisi 3.941.

Saham Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd. berhasil memimpin penguatan saham pada indeks CSI 300 dengan kenaikan 6,65 persen ke level 49,8. Kemudian, saham Ningxia Baofeng Energy Group dan Shnxi Meijin Energy Co Ltd turut mengikuti penguatan dengan masing-masing kenaikan 5,78 persen dan 5,56 persen.

Untuk diketahui, sejak awal Februari 2020, People’s Bank of China (PBOC) menyuntikkan total 1,7 triliun yuan (US$242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan ekspektasi pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top