KABAR EMITEN: Strategi Akselerasi Grup Astra, 3 Emiten Bidik Proyek Tol Rp21,5 Triliun

Berita mengenai strategi bisnis Grup Astra di tengah prospek industri otomotif yang masih menantang serta 3 emiten yang membidik proyek jalan tol Cikunir-Ulujami, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/2/2020).  
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  08:31 WIB
KABAR EMITEN: Strategi Akselerasi Grup Astra, 3 Emiten Bidik Proyek Tol Rp21,5 Triliun
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto memberikan penjelasan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai strategi bisnis Grup Astra di tengah prospek industri otomotif yang masih menantang serta 3 emiten yang membidik proyek jalan tol Cikunir-Ulujami, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/2/2020).  

Berikut ringkasan topiknya:

Strategi Akselerasi Grup Astra. Prospek bisnis otomotif yang masih menantang pada tahun ini membuat Grup Astra harus mencari celah pertumbuhan di sektor lain guna mendorong kinerja ke fase akselerasi.

PT Astra International Tbk. mengakui kinerja bisnis otomotif yang penuh tantangan pada 2019 berpotensi berlanjut pada tahun ini. Kondisi menantang itu terutama bakal terjadi di lini bisnis kendaraan roda empat.

3 Emiten Bidik Proyek Tol Rp21,5 Triliun. Konsorsium Jakarta Metro Expressway (JMEX) yang terdiri atas PT Nusantara Infrastructure Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Acset Indonusa Tbk. dan PT Triputra Utama Selaras bakal berpartisipasi dalam pra-kualifi kasi tender proyek jalan tol ruas Cikunir-Ulujami yang diestimasi menelan investasi Rp21,5 triliun.

Pamor Produk Syariah Menanjak. Pamor produk reksa dana syariah pada tahun ini dinilai bakal terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan investor terhadap produk alternatif.

Berdasarkan data OJK per Desember 2019, dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah tercatat Rp53,73 triliun. Nilai tersebut berkontribusi 9,91 persen terhadap dana kelolaan industri reksa dana yang mencapai Rp542,20 triliun.

Meneropong Prospek Emiten Media. Beberapa emiten media menyatakan akan mengerek tarif iklannya pada 2020 sebagai jurus mendongkrak pendapatan dari iklan. Bagaimana prospek emiten media?

Emiten Pariwisata Mulai Waswas. Penyebaran virus corona yang belum tertangani membuat sejumlah emiten pariwisata cemas karena wabah tersebut secara tidak langsung akan berdampak pada kinerja keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top