Nusantara Infrastructure (META) Siap Investasi Rp21 Triliun di Proyek Tol Ini

Sebagai pihak pemrakarsa, JMEX memiliki hak istimewa saat tahap pelelangan, yaitu hak menyamakan penawaran atau right to match.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  17:16 WIB
Nusantara Infrastructure (META) Siap Investasi Rp21 Triliun di Proyek Tol Ini
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk Bapak Ramdani Basri menyampaikan sambutan pada peresmian pembangkit tenaga listrik swasta atau Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan, di Kabupaten Menpawah, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk, melansir pembangunan jalan tol layang Ulujami-Jati Asih bakal menelan investasi sebanyak Rp21,5 triliun. Perseroan bersama para mitra baru saja mendapatkan izin prakarsa untuk pengusahaan jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut.

Deden Rochmawaty, GM Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk mengungkapkan pihaknya telah mengajukan prakarsa jalan tol Ulujami-Jati Asih pada 2018. Setelah mendapat izin prakarsa, Nusantara Infrastructure membentuk konsorsium Jakarta Metro Expressway (JMEX) bersama PT Adhi Karya dan PT Triputra Utama Selaras.

“Melalui proyek ini, kami berharap akan ada kenaikan yang cukup signifikan pada pendapatan perusahaan, sekaligus meningkatkan nilai aset perusahaan hingga kurang lebih 5 kali lipat dari nilai perusahaan saat ini, jika proyek ini sudah terlaksana,” ujar Deden melalui keterangan resmi, Kamis (6/2/2020).

Saat ini, emiten bersandi saham META itu tengah berbagai dokumen untuk tahap pra-kualifikasi tender. Saat tahap pelelangan dibuka, JMEX sebagai pemrakarsa mendapat hak istimewa, antara lain hak menyamakan penawaran atau right to match.

Untuk diketahui, jalan tol yang diusulkan oleh JMEX akan menghubungkan wilayah Jati Asih—TMII—Pondok Indah—Ulujami. Tol ini juga diusulkan untuk masuk dalam jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Pembangunan ini juga bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di sepanjang JORR serta memaksimalkan kapasitas lalu lintas di sepanjang koridor JORR jika diintegrasikan dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek II (Selatan).

Di sisi lain, Nusantara Infrastructure Tbk. memproyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen pada tahun ini seiring dengan kenaikan volume lalu lintas dan tarif tol. Deden menyebut, pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan tarif di tiga ruas pada akhir 2019 dan awal 2020.

“JTSE mengalami kenaikan tarif pada akhir tahun 2019, sedangkan untuk BMN dan BSD baru saja memperoleh keputusan penyesuaian tarif di awal tahun ini, dan efektif berlaku sejak tanggal 31 Januari 2020,” katanya.

PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) merupakan pengelola Jalan Tol Seksi Empat Makassar sedangkan PT Bosowa Marga Nusantara (BSN) mengelola jalan tol Ujung Pandang Seksi 1 dan Seksi 2. Adapun PT Bintaro Serpong Damai (BSD) pemegang konsesi jalan tol Pondok Aren-Serpong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top