Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah BI Menguat 43 Poin, Dolar Singapura Pimpin Pelemahan

Kurs jual ditetapkan di Rp13.786 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.648 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp138.
Warga menghitung uang dolar AS usai melakukan penukaran di Golden Money Changer (GMC), Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/9/2018)./JIBI-Rachman
Warga menghitung uang dolar AS usai melakukan penukaran di Golden Money Changer (GMC), Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/9/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (5/2/2020) di level Rp13.717 per dolar AS, menguat 43 poin atau 0,31 persen dari posisi Rp13.760 pada Selasa (4/2/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.786 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.648 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp138.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp13.720 per dolar AS dengan pelemahan 5 poin atau 0,04 persen pada pukul 10.57 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, rupiah dibuka di zona hijau dengan penguatan 20 poin poin atau 0,15 persen ke level Rp13.695 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Selasa (4/2/2020), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.715 per dolar AS dengan penguatan 27 poin atau 0,2 persen.

Rupiah melemah di antara mata yang lainnya di Asia yang juga mayoritas terdepresiasi, dipimpin oleh dolar Singapura yang merosot 0,74 persen dan baht Thailand yang melemah 0,4 persen. 

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Dolar Taiwan

30,082

+0,378

Rupee India

71,2075

+0,089

Yen Jepang

109,45

+0,064

Dolar Hong Kong

7,7656

-0,01

Rupiah

13.720

-0,036

Yuan China

7,002

-0,051

Won Korea Selatan

1.188,45

-0,067

Peso Filipina

50,856

-0,161

Yuan offshore

7,0035

-0,181

Ringgit Malaysia

4,1223

-0,286

Baht Thailand

31,102

-0,395

Dolar Singapura

1,3806

-0,739

 

Dilansir dari Bloomberg, sebagian besar mata uang emerging-market Asia tergelincir ketika angka kematian akibat wabah coronavirus naik mendekati 500 jiwa.

"Reaksi pasar valas di Asia lebih masuk akal mengingat perkembangan virus yang sedang berlangsung," kata Eddie Cheung, ahli analis emerging markets di Credit Agricole CIB, seperti dikutip Bloomberg.

"Kami telah melihat lebih banyak volatilitas sekarang karena beberapa investor mencoba memposisikan untuk bottoming out," lanjutnya.

Eddie mengatakan dampak negative terhadap pertumbuhan China dan Asia masih belum tampak. Meskipun tentu saja ada ruang kebijakan untuk mendukung pertumbuhan dan mencegah perlambatan.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,054 poin atau 0,06 persen ke level 97,015 pada pukul 11.11 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,022 poin atau 0,02 persen di level 97,939, setelah pada akhir perdagangan Selasa (4/2) ditutup menguat 0,161 poin atau 0,16 persen ke level 97,961.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalPosisi

5 Februari 2020

Rp13.717

4 Februari 2020

Rp13.760

3 Februari 2020

Rp 13.722

31 Januari 2020

Rp 13.662

30 Januari 2020

Rp  13.652

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper