Obligasi : PP Properti (PPRO) Perpanjang Masa Bookbuilding

Sebagian besar dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk melunasi utang yang akan jatuh tempo (refinancing).
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  08:06 WIB
Obligasi : PP Properti (PPRO) Perpanjang Masa Bookbuilding
Direktur Operasi PT PP Properti Jababeka Residence Awanu Alfan (dari kiri) bersama Dirut PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Dirut PT PP Properti Jababeka Residence Harris Amin Singgih, dan Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono, mengamati maket pengembangan Little Tokyo, di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT PP Properti Tbk. memperpanjang masa penawaran awal (bookbuilding) dalam rencana penerbitan obigasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan perseroan memperpanjang semula jadwal penawaran berlangsung dari 20 Januari 2020 hingga 3 Februari 2020. Dia menyebut, masa penawaran diperpanjang hingga 7 Februari 2020 mendatang.

“Harusnya sudah selesai tapi kami perpanjang sampai dengan tanggal 7 Februari mendatang. Hal itu karena memerlukan beberapa persetujuan. Perpanjangan adalah hal yang biasa,” jelas Taufik kepada Bisnis.com, pada Selasa (4/2/2020).

Untuk diketahui, PP Properti membidik dana hingga Rp1,2 triliun dalam rencana penerbitan obigasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020. Perusahaan bersandi saham PPRO telah menunjuk lima penjamin efek, diantaranya PT Mandiri Sekuritas, PT Indopremier Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas.

Dana hasil penerbitan obligasi rencananya akan dipakai untuk melunasi utang yang sudah ada dengan alokasi 41,94 persen. PPRO juga berniat menggunakan dana obligasi untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan dengan alokasi masing-masing 32,89 perse dan 25,17 persen.

Obligasi akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A bertenor 3 tahun dengan tingkat bunga 9,4 persen - 9,9 persen. Kemudian seri B bertenor 5 tahun dengan kisaran bunga 9,75 persen - 10,25 persen.

Secara umum, PP Properti membidik pendapatan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp3,8 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 67,40 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu sebanyak Rp2,27 triliun.

Menurut Taufik, tahun lalu kinerja sektor properti cukup berat seiring dengan ketidakpastian di tahun politik. Walhasil, pembeli lebih menahan diri untuk membeli produk properti. Kendati demikian, tahun ini prospek sektor properti diyakini lebih cerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top