Moodys Pertahankan Peringkat Ba3 untuk Indika Energy (INDY)

Penegasan peringkat untuk Grup Indika Energy mencerminkan ekspektasi lembaga pemeringkat akan kemampuan obligor untuk melunasi utangnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat grup perusahaan PT Indika Energy Tbk. dan tiga obligasi global perseroan pada peringkat Ba3.

Peringkat tersebut berlaku untuk Obligasi Energy Finance II jatuh tempo 2023 senilai US$285 juta, Obligasi Indika Energy Capital II Pte Ltd jatuh tempo 2022 sebesar US$265 juta, dan Obligasi Indika Energy Capital III Pte Ltd  jatuh tempo 2024 senilai US$575 juta.

Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody Maisam Hasnain mengatakan penegasan peringkat untuk Grup Indika Energy mencerminkan ekspektasi lembaga pemeringkat akan kemampuan obligor untuk melunasi utangnya.

“Meskipun ada pelemahan dalam metrik kreditnya, profil kredit Indika akan didukung oleh operasinya yang stabil, likuiditas yang kuat, dan kepatuhan terhadap kebijakan keuangan yang berhati-hati," ujar Maisam seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (4/2/2020).

Menurut Moody's, Indika telah berkomitmen menjaga neraca keuangan agar tetap solid di tengah penurunan harga batu bara. Maisam mengatakan perusahaan ini memiliki saldo kas sekitar US$611 juta per 30 September 2019, tanpa utang jangka pendek hingga tahun 2022.

Kendati demikian, penurunan harga batu bara selama 12 bulan terakhir telah melemahkan metrik kredit Indika. Hal itu turut menggerus laba PT Kideco Agung Jaya, anak usaha Indika. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Kideco pada September 2019 turun menjadi US$188 juta dibandingkan posisi September 2018 sebesar US$430 juta.

Akibatnya, rasio utang terhadap EBITDA naik menjadi 3,5 kali pada September 2019. Adapun pada September 2018, rasio utang terhadap EBITDA masih tercatat 2,4 kali.

Berdasarkan asumsi Moody, harga batu bara untuk jangka menengah di Bursa Newcastle bergerak di sekitar US$75 per ton. Walhasil, Moody's memperkirakan rasio utang yang disesuaikan perseroan akan naik lebih jauh menjadi sekitar 3,8 x selama 12-18 bulan ke depan.

Moody mewanti, penurunan harga batu bara yang berkepanjangan bisa memperlemah kapasitas keuangan Indika sehingga menggerus parameter di tingkat bawah  pada peringkat Ba3.

Lebih lanjut, Peringkat Ba3 mencerminkan ekspektasi Moody bahwa izin penambangan kontrak karya milik Kideco yang akan berakhir pada Maret 2023 akan diperpanjang. Namun, Moody's percaya risiko regulasi masih tinggi mengingat ketidakpastian terkait perpanjangan atau konversi izin pengusahaan tersebut.

“Kami berharap Indika mempertahankan pendekatan yang bijaksana untuk setiap investasi baru, terutama karena perusahaan itu berupaya mengurangi ketergantungan pendapatan batu bara termal di tahun-tahun mendatang," imbuh Maisam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indika energy, batu bara, harga batu bara

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top