Sentimen Global Kembali Tekan Indeks, IHSG Melemah Nyaris 1 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,91 persen atau 55,45 poin ke level 6.057,6 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  16:43 WIB
Sentimen Global Kembali Tekan Indeks, IHSG Melemah Nyaris 1 Persen
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (29/1/2020). JIBI/Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terseret ke zona merah dan berakhir melemah nyaris 1 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (30/1/2020)

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,91 persen atau 55,45 poin ke level 6.057,6 dari level penutupan sebelumnya, meskipun sempat memperpanjang penguatannya dengan dibuka naik 0,28 persen atau 17,06 poin di posisi 6.130,1.

Pada perdagangan Rabu (29/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di zona hijau yakni level 6.113,04 dengan kenaikan tipis 0,03 persen atau 1,86 poin.

Adapun sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.048,88-6.130,80.

Seluruh sembilan sektor menetap di wilayah negatif, dipimpin sektor aneka industri (-2,40 persen) dan industri dasar (-1,39 persen).

Sebanyak 129 saham menguat, 270 saham melemah, dan 277 saham stagnan dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 2,93 persen dan 1,92 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada  perdagangan hari ini.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,17 persen ke level Rp13.657 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp13.634-Rp13.665 per dolar AS.

Faktor global disebut menjadi salah satu pemicu pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini. Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen tersebut antara lain keputusan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan tingkat suku bunga. Keputusan itu dinilai memberikan sinyal tidak ada perubahan dalam waktu dekat.

Selain tingkat suku bunga The Fed, faktor global yang dinilai bisa menjadi sentimen pergerakan IHSG yaitu Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa (British Exit). Sementara itu China masih fokus menangani wabah virus corona. 

Dari dalam negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2019 mencapai Rp809,6 triliun. Investasi sebanyak itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,03 juta orang, jumlah yang dinilai belum maksimal. 

Pilarmas melihat tantangan penyerapan tenaga kerja berasal pada sektor padat karya. “BKPM dan pemerintah tampaknya sedang mengusahakan agar investasi yang masuk sejalan dengan penyerapan tenaga kerja,” tulis Pilarmas.

Beberapa indeks saham lain di Asia bahkan mengalami koreksi tajam. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 1,48 persen dan 1,72 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng merosot 2,62 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,71 persen.

Adapun indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 2 persen ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir, sekaligus mengalami pelemahan enam hari berturut-turut.

 Jumlah kematian yang dikonfirmasi dari virus corona di China telah meningkat menjadi 170 dengan 7.711 orang terinfeksi, dan lebih banyak kasus dilaporkan di seluruh dunia.

Pabrik-pabrik di China memperpanjang masa liburan, sedangkan maskapai global memangkas jumlah penerbangan dan peritel Swedia, Ikea, mengatakan akan menutup semua tokonya di China untuk membantu mengatasi wabah.

Wabah virus corona ini membuat para ekonom telah mulai memangkas prospek pertumbuhan ekonomi China.

"Aliran berita dalam beberapa jam terakhir cukup suram. Sentimen risk-off berlanjut," kata Prashant Newnaha, analis TD Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham penekan IHSG
KodePenurunan (persen)

ASII

-2,93

BMRI

-1,92

HMSP

-2,30

BBCA

-0,66

Saham-saham penopang IHSG
KodeKenaikan (persen)

MEGA

-11,76

TCPI

-6,01

BTPN

-3,03

ULTJ

-3,81

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top