Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IATA Akan Akuisisi Ojek Online Anterin Pada Februari

Akuisisi ini tergantung dari uji kelayakan yang akan dilakukan oleh IATA dengan asumsi proses uji kelayakan berjalan lancar dengan target penutupan transaksi pada akhir Februari 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  22:45 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/1/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/1/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan penyedia jasa aviasi, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. (IATA) telah menandatangani term sheet untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Anterin Digital Nusantara (Anterin).

“IATA memilih Anterin terutama karena visi yang dianutnya. Anterin diciptakan untuk merubah konsep operasi ojek online yang ada saat ini,” kata Wishnu Handoyono, Wakil Presiden Direktur IATA, dalam siaran pers, Rabu (29/1/2020).

Akuisisi ini tergantung dari uji kelayakan yang akan dilakukan oleh IATA dengan asumsi proses uji kelayakan berjalan lancar dengan target penutupan transaksi pada akhir Februari 2020.

Kurang dari setahun beroperasi, Anterin telah memiliki lebih dari 300.000 pengemudi terdaftar dan 530.000 pelanggan yang berada di 51 kota di seluruh Indonesia. Tidak hanya menawarkan ojek online, Anterin juga memiliki layanan pengiriman barang.

Tahun ini, Anterin akan mengembangkan layanan-layanan baru yang menarik, seperti taksi, pengiriman makanan, antar-jemput, serta penyewaan mobil dan helikopter.

Perbedaan utama antara Anterin dan penyedia jasa perjalanan lainnya adalah perusahaan tidak membebani pengemudi dengan mengenakan potongan komisi pada setiap transaksi, tetapi dengan sistem langganan bulanan.

Model bisnis ini dianggap lebih adil dan lebih menguntungkan bagi pengemudi karena memberikan jawaban atas keluhan pengemudi yang merasa bahwa operator ojek online mengenakan biaya terlalu tinggi untuk pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan pengemudi.

Selain itu, pengguna juga mendapat manfaat dari fitur tawar-menawar dan opsi pemilihan pengemudi yang tersedia di aplikasi. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan harga yang lebih masuk akal, sesuai kesepakatan, tanpa harus didikte oleh aplikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi Ojek Online
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top