Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imlek Topang Permintaan Emas Fisik China

Manajer Penelitian World Gold Council Ray Jia mengatakan dalam publikasi risetnya bahwa membeli sesuatu yang emas adalah tradisi tahun baru yang telah lama terjadi di China, sehingga permintaan emas fisik akan selalu tinggi ketika tahun baru Imlek terjadi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  18:09 WIB
Pedagang menata perhiasan emas di sentral penjualan emas pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Rahmad
Pedagang menata perhiasan emas di sentral penjualan emas pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun Baru Imlek tetap menopang penjualan emas fisik di China meskipun harga telah melambung tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir yang dapat melemahkan konsumsi emas fisik.

Manajer Penelitian World Gold Council Ray Jia mengatakan dalam publikasi risetnya bahwa membeli sesuatu yang emas adalah tradisi tahun baru yang telah lama terjadi di China, sehingga permintaan emas fisik akan selalu tinggi ketika tahun baru Imlek terjadi.

“Hal tersebut didorong karena emas dianggap sebagai tanda keberuntungan oleh masyarakat China selama ribuan tahun dan warnanya mewakili supremasi kaisar sepanjang sejarah China,” ujar Ray Jia seperti dikutip dari riset terbaru World Gold Council, Minggu (26/1/2020).

Namun, Ray mengatakan bahwa masyarakat China memiliki tradisi untuk memenuhi kebutuhan sebelum tahun baru karena sebagian besar toko tutup selama liburan.

Akibatnya, sebulan sebelum Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, seringkali merupakan musim pembelian emas tersibuk di China karena lebih banyak konsumen memilih untuk membeli produk emas.

Selain itu, bonus akhir tahun pun juga menjadi salah satu pendorong masyarakat China untuk membeli emas pada Desember untuk dijadikan sebagai hadiah pada tahun baru Imlek.

Peningkatan penjualan sebulan sebelum Imlek tersebut pun tercermin dari data Biro Statistik China yang menunjukkan bahwa penjualan emas ritel bulanan, termasuk batangan emas, koin, dan perhiasan, rata-rata telah mencapai level tertingginya pada Desember setiap tahun selama dua dekade terakhir.

Oleh karena itu, konsumsi yang lebih kuat ini menyebabkan impor emas dan penarikan emas yang lebih tinggi dari Shanghai Gold Exchange (SGE) dimulai pada November karena pabrik dan pemurnian perhiasaan menyiapkan pasokan emas seiring dengan pengecer dan bank sering mengisi kembali stok produk emas menjelang Festival Musim Semi.

Dalam satu dekade terakhir, pengisian ulang emas di SGE selalu mulai meningkat pada November dengan rata-rata 22%, dan impor emas China pada November rata-rata 18% lebih tinggi dari Oktober selama tiga tahun terakhir.

Ray juga mengatakan bahwa meskipun volatilitas harga emas didorong naik di tengah ketegangan politik global, ternyata itu hanya berdampak kecil pada permintaan emas fisik China.

Adapun, pada perdagangan Jumat (24/1/2020) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,55% menjadi US$1.571 per troy ounce, sedangkan harga emas berjangka untuk kontrak April 2020 di bursa Comex ditutup menguat 0,42% menjadi US$1.578,2 per troy ounce.

Penguatan emas dalam beberapa perdagangan terakhir ditopang oleh meningkatnya permintaan aset investasi aman oleh investor seiring dengan meluasnya penyebaran virus corona.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top