Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I, HMSP & ASII Jadi Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,11 persen atau 6,69 poin ke level 6.231,46 pada jeda siang, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,05 persen atau 3,42 poin ke level 6.241,57 dari penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:37 WIB
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,11 persen atau 6,69 poin ke level 6.231,46 pada jeda siang, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,05 persen atau 3,42 poin ke level 6.241,57 dari penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (21/1/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan pelemahan 0,11 persen atau 6,89 poin di posisi 6.238,15.

Sepanjang perdagangan siang ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.227,13–6.265,51.

Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak di zona merah, didorong oleh sektor tambang yang melemah 1,75 persen dan pertanian yang turun 1 persen. Di sisi lain, hanya sektor finansial yang menguat sebesar 0,41 persen.

Dari 675 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 144 saham di antaranya menguat, sedangkan 219 saham melemah, dan 312 saham lainnya stagnan pagi ini.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 1,85 persen dan 0,71 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam hasil risetnya mengatakan pergerakan IHSG sedang membentuk pola double top dengan level neckline di kisaran 6.200. Adapun, level 6.200 mengindikasikan konfirmasi pola tersebut bila break out tercapai.

Adapun, dia menetapkan target pesimistis pada pola tersebut di level 6.150. Hal itu didukung oleh pergerakan indikator stochastic yang memberikan sinyal bearish yang bergerak turun mengiringi momentum dari indikator RSI yang melanjutkan koreksi menuju area jenuh jual.

“Kami perkirakan IHSG masih akan rawan bergerak terkonsolidasi melihat minimnya katalis dengan support resistan 6.196-6.268,” katanya.

Sementara itu, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih bergerak flat menantikan hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI besok.

Wabah virus corona menjadi sentimen negatif bagi bursa saham. Investor khawatir virus corona akan menyebar keluar dari China. Virus tersebut telah mewabah di China hingga menjangkiti lebih dari 200 orang dan sudah ada 6 orang yang meninggal akibat virus tersebut. Satu wisatawan AS yang pulang dari China telah didiagnosis terjangkit virus corona di Washington.

“Dikhawatirkan bahwa virus corona akan menyebabkan kelumpuhan ekonomi seperti penyakit SARS yang mewabah pada 2003 silam,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, bursa saham di Asia cenderung stabil. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang terpantau menguat 0,41 persen dan 0,59 persen, sedangkan indeks Hang Seng naik 0,85 persen. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,23 persen dan 0,09 persen.

“Minimnya sentimen positif membuat kami memperkirakan IHSG cenderung flat dan investor juga sedang menunggu keputusan RDG BI tentang suku bunga yang akan berlangsung pada 22-23 Januari 2020,” lanjut mereka.

Konsensus memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga BI7DRR di level 5,0 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top