Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Tengah Melemah 6 Poin, Gerak Mata Uang Asia Terbatas

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (20/1/2020) di level Rp13.654 per dolar AS, melemah tipis 6 poin atau 0,04 persen dari posisi Rp13.648 pada Jumat (17/1/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  11:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (20/1/2020) di level Rp13.654 per dolar AS, melemah tipis 6 poin atau 0,04 persen dari posisi Rp13.648 pada Jumat (17/1/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.722 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.586 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp138.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menyentuh level Rp13.648 per dolar AS dengan depresiasi 3 poin atau 0,02 persen pada pukul 10.40 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dibuka menguat 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp13.640 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pasa kisaran Rp13.640 – Rp13655 per dolar AS.

Adapun pada akhir perdagangan Jumat (17/1/2020), rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.645 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia bergerak variatif, dengan yuan offshore menguat 0,21 persen pada pukul 11.15 WIB. Sebaliknya, ringgit Malaysia memimpin pelemahan dengan depresiasi 0,06 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Yuan offshore

6,8527

+0,21

Peso Filipina

50,867

+0,17

Won Korea Selatan

1.157,65

+0,16

Yuan China

6,8491

+0,16

Dolar Singapura

1,3469

+0,03

Rupee India

71,0675

+0,03

Dolar Taiwan

29,938

0

Baht Thailand

30,403

-0,01

Dolar Hong Kong

7,768

-0,01

Rupiah

13.649

-0,03

Yen Jepang

110,18

-0,04

Ringgit Malaysia

4,0573

-0,06

Dilansir dari Bloomberg, mata uang emerging-market Asia cenderung bergerak dalam rentang sempit karena lonjakan harga minyak di tengah ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara membebani sentimen risiko.

Harga minyak mentah WTI dan Brent naik lebih dari 1,5 persen setelah Irak untuk sementara menghentikan produksi di sebuah ladang minyak pada hari Minggu dan pasokan dari situs kedua berisiko karena kerusuhan yang meluas.

Di Libya, National Oil Corp menyatakan keadaan force majeure setelah Komandan Khalifa Haftar memblokir ekspor di pelabuhan-pelabuhan di bawah kendalinya

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 97,612 pada pukul 11.15 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,032 poin atau 0,03 persen ke level 97,638, setelah pada akhir perdagangan Jumat (17/1) ditutup menguat 0,286 poin atau 0,29 persen ke level 97,606.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

20 Januari

13.654

17 Januari

13.648

16 Januari

13.658

15 Januari

13.706

14 Januari

13.654

Sumber: Bank Indonesia

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bank indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top