Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HMSP & BBCA Seret IHSG Melemah 0,74 Persen saat Penutupan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari penguatannya dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (20/1/2020).
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019)./ANTARA -Reno Esnir
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019)./ANTARA -Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari penguatannya dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup di level 6.245,04 dengan pelemahan 0,74 persen atau 46,61 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (17/1/2020), IHSG masih mampu menutup pergerakannya di level 6.291,66 dengan kenaikan tipis 0,09 persen atau 5,61 poin, kenaikan hari kedua berturut-turut.

Sebelum berakhir melemah, indeks sempat melanjutkan penguatannya hingga menembus level 6.300 dengan dibuka naik 0,30 persen atau 18,84 poin di posisi 6.310,5 pada Senin (20/1) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.240,19 – 6.312,99.

Seluruh sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin tambang (-1,73 persen), pertanian (-1,40 persen), dan properti (-0,96 persen).

Adapun dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 124 saham menguat, 285 saham melemah, dan 267 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 2,23 persen dan 0,58 persen menjadi penekan utama IHSG.

Menurut Analis Artha Sekuritas Indonesia Nugroho Fitriyanto, kesepakatan dagang yang tidak sejalan dengan ekspektasi pasar serta pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) China yang terus melambat masih membebani IHSG.

Adapun secara teknikal, pelemahan indeks dipengaruhi jarak stochastic fast yang semakin berada di bawah stochastic slow setelah membentuk death cross.

Di sisi lain, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah gejolak market global maupun regional.

Menurut WIlliam, momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas mampu menguat, di antaranya adalah indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang yang masing-masing ditutup naik 0,18 persen dan 0,50 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing menguat 0,66 persen dan 0,75 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan berakhir menguat 0,54 persen.

Dilansir dari Bloomberg, para pedagang memulai pekan ini relatif tenang, setelah penandatanganan kesepakatan perdagangan fase satu AS-China, berikut rilis indikator ekonomi dari China dan AS pekan lalu memberikan tanda-tanda bahwa prospek global membaik.

“Kita memasuki tahun 2020 dengan pijakan yang lebih stabil ketika ekonomi secara global mulai stabil dan tampak seperti sedang naik, juga dengan kesepakatan perdagangan fase satu,” ujar Anne Anderson, head of fixed income untuk Australia di UBS Asset Management.

“Jadi pasar sedikit lebih positif sehubungan dengan fundamental-fundamental ekonomi,” tambahnya kepada Bloomberg TV di Sydney.

Investor kini mengalihkan perhatian mereka kembali pada laporan kinerja korporasi setelah hasil yang solid dari sejumlah bank terbesar di Wall Street mendorong sentimen. Sejumlah perusahaan yang akan merilis laporannya di antaranya adalah Netflix, IBM, UBS, Procter & Gamble, dan Hyundai.

Pasar dipastikan juga akan menantikan keputusan kebijakan moneter bank-bank sentral di Jepang, Kanada, Indonesia, dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Di pasar mata uang, nilai tukar rupiah berhasil rebound dan ditutup terapresiasi 6 poin atau 0,04 persen di level Rp13.639 per dolar AS, setelah terdepresiasi 2 poin dan berakhir di posisi 13.645 pada Jumat (17/1).

Sebanyak 25 dari 29 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (23/1/2020), sedangkan empat sisanya memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh BI.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

HMSP

-2,23

BBCA

-0,58

BMRI

-1,29

BBNI

-2,89

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BBRI    

+0,65

INPP

+16,47

TPIA

+0,79

AMAR

+25,00

Sumber: Bloomberg 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper