Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ABM Investama (ABMM) Incar Kontrak Tambang Anyar

Emiten berkode saham ABMM itu menjalankan bisnis konstruksinya melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK). Berapa nilai kontrak yang diincar pada 2020?
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  10:27 WIB
ABM Investama (ABMM) Incar Kontrak Tambang Anyar
ABM Investama. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penambangan batu bara PT ABM Investama Tbk. (ABMM) tengah mengincar kontrak jasa pertambangan dari tambang-tambang baru.

Direktur ABM Investama Adrian Sjamsul mengatakan perseroan akan segera mendapatkan kontrak jasa konstruksi tambang batu bara.

Sebagai informasi, emiten berkode saham ABMM itu menjalankan bisnis konstruksinya melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK).

“CK akan tanda tangan beberapa kontrak baru pada kuartal I/2020. Kami akan umumkan namanya setelah kontrak sudah disepakati,” ungkapnya, baru-baru ini.

Adrian mengungkapkan kontrak-kontrak anyar itu akan berdurasi selama umur tambang atau life of mine. Dengan begitu, emiten tambang itu tidak khawatir dengan pundi-pundi pendapatan. ABMM, lanjutnya, berkemungkinan mendongkrak top line pada tahun ini.

Pada Desember lalu, ABMM juga menyepakati kontrak kerja sama dengan PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua (BMB) bernilai Rp8 triliun. Perseroan menargetkan produksi rata-rata overburden removal CK tiap tahun mencapai 30 juta bank cubic meter (bcm).

Dengan begitu produksi rata-rata batu bara BMB tiap tahunnya dapat mencapai target 7,9 juta ton. CK pun berpotensi menghasilkan 286 juta bcm di lokasi tambang BMB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abm investama
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top