Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesepakatan AS-China Hapuskan Ketidakpastian, Bursa Eropa Menguat

Bursa saham Eropa berakhir menguat pada perdagangan Kamis (16/1/2020) setelah penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China fase pertama menghilangkan sejumlah ketidakpastian jangka pendek.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  05:05 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa berakhir menguat pada perdagangan Kamis (16/1/2020) setelah penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China fase pertama menghilangkan sejumlah ketidakpastian jangka pendek.

Kesepakatan yang ditandatangani di Washington pada hari Rabu tersebut masih menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pembelian barang-barang AS oleh China, sambil membiarkan tarif yang ada tetap berlaku.

Namun, prospek tidak adanya eskalasi lebih lanjut dalam perang perdagangan yang merusak secara ekonomi mendorong sentimen risk-on sedikit lebih tinggi.

"Investor mungkin tidak sedang mengantisipasi fakta tetapi hanya berhenti sejenak untuk berpikir bahwa kesepakatan telah ditandatangani yang juga merupakan sumber bantuan bagi kebanyakan orang," kata Russ Mold, direktur investasi di broker AJ Bell, seperti dikutip Reuters.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,2 persen, dengan indeks utama London tertinggal dibanding indeks regional lain. Perusahaan pendidikan Pearson menekan indeks dengan pelemahan hampir 9 persen jatuh karena menurunkan proyeksi laba untuk tahun ini.

Pelaku pasar akan mengalihkan fokus ke musim laporan keuangan pada pekan depan.

Saham-saham utilitas Eropa menyentuh level tertinggi sejak akhir 2008, didorong oleh penguatan saham pembangkit listrik RWE AG di tengah laporan bahwa pemerintah Jerman berencana untuk memberikan kompensasi senilai sekitar 2,6 miliar euro (US$ 2,9 miliar) untuk biaya terkait dengan rencana pengurangan penggunaan batu bara.

Saham Jerman datar setelah ditutup lebih rendah sehari sebelumnya karena data PDB yang mengecewakan. Pertumbuhan ekonomi di negara tersebut melambat tajam pada 2019, menyoroti dampak luas perang dagang terhadap permintaan ekspor.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bursa eropa
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top