Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ashmore AM (AMOR) Incar Pertumbuhan Laba 20 Persen

Per Desember 2019, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. memiliki AUM senilai Rp31,3 triliun. Bagaimana prospek pertumbuhan AUM pada 2020?
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  11:47 WIB
Direktur Ashmore PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Arief Cahyadi Wana di sela-sela seremoni pencatatan saham perdaana perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/1/2020). - Bisnis/Hafiyyan
Direktur Ashmore PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Arief Cahyadi Wana di sela-sela seremoni pencatatan saham perdaana perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/1/2020). - Bisnis/Hafiyyan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten manajer investasi (MI), PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. (AMOR), menargetkan pertumbuhan laba bersih 20%-25% pada tahun fiskal 2020.

Direktur Ashmore AM Arief Cahyadi Wana menyampaikan pada 2020 perusahaan memprediksi pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 20%-25%. Per Desember 2019, perusahaan memiliki AUM senilai Rp31,3 triliun.

“Saya rasa pertumbuhan 20%-25% dapat tercapai. Untuk laba bersih, juga pertumbuhannya akan mirip dengan AUM,” tuturnya, Rabu (14/1/2020).

Dengan perhitungan pertumbuhan 20%-25%, maka Ashmore AM membidik AUM senilai Rp37,56 triliun—Rp39,12 triliun. Adapun, berdasarkan tahun fiskal per Juni 2019, total dana kelolaan sebesar Rp25 triliun.

Arief menjelaskan perseroan menggunakan perhitungan tahun fiskal per Juni, mengikuti induknya Ashmore Group Plc. Artinya, tahun fiskal 2019 mencakup periode Juli 2018—Juni 2019.

Pada tahun fiskal 2019, Asmore AM membukukan laba bersih Rp86,5 miliar, naik 29,41% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp66,84 miliar. Dengan perhitungan pertumbuhan 20%-25% seperti AUM, maka pada tahun fiskal 2020 perseroan mengincar laba bersih Rp103,8 miliar—Rp108,12 miliar.

Pertumbuhan peningkatan kinerja perusahaan juga didukung proyeksi pasar yang lebih baik pada 2020. Hal itu didukung sejumlah faktor fundamental.

Arief menjelaskan pada tahun lalu, pasar dibayangi risiko perlambatan pertumbuhan global. Namun, pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan PDB sebesar 5%.

Selain itu, pada 2020 diprediksi investasi asing langsung (FDI) cenderung bertumbuh, rupiah semakin menguat, dan tingkat inflasi terjaga. Berbagai katalis positif ini turut mendongkrak kinerja pasar modal Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana pt ashmore asset management indonesia
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top