Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Panin AM Targetkan IHSG Tembus 7.500 Tahun Ini

Ada sejumlah sentimen internal dan eksternal yang menjadi dasar proyeksi pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 7.500.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  09:23 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat meningkat pada 2020, sejumlah manajer investasi (MI) dan sekuritas masih berbeda pendapat mengenai seberapa besar kenaikannya.
 
Ada yang memprediksi kenaikan IHSG cenderung moderat ke level 6.600—6.700, ada juga yang memproyeksi mampu menembus 7.000. Salah satu pihak yang sangat optimistis terhadap laju IHSG pada 2020 adalah Panin Asset Management.
 
Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pihaknya meyakini target harga wajar IHSG pada 2020 sebesar 7.300—7.500. Ada tiga faktor yang mendorong penguatan pasar.
 
Pertama, pemulihan harga CPO yang mendorong daya beli masyarakat. Kedua, berkurangnya risiko politik dibandingkan tahun lalu dan penerapan Omnibus Law.

Ketiga, kembali masuknya investor asing ke pasar modal domestik.
 
“Asing kini cenderung melakukan aksi beli. Ini terjadi karena valuasi pasar negara maju mahal dan antisipasi Pemilihan Presiden (Pilpres) AS. Mereka pun masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” paparnya kepada Bisnis, Kamis (9/1/2020).
 
Untuk pemilihan portofolio, sambung Rudiyanto, Panin Asset Management memilih masuk ke sejumlah saham potensial di sektor properti, keuangan, dan komoditas tambang. Perusahan juga mengambil saham emiten yang akan melakukan aksi korporasi besar.
 
“Tahun lalu, yang aksi korporasi ada BNLI [PT Bank Permata Tbk.] dan BDMN [PT Bank Danamon Indonesia Tbk.], itu naik cukup bagus. Saham emiten yang mau melakukan aksi juga kami pantau,” imbuhnya.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Panin Asset Management memiliki dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana sebesar Rp12,64 triliun pada 2019, dari 47 produk. Perusahaan menempati posisi 14 di antara MI lainnya dengan dana kelolaan terbesar.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG manajer investasi
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top