Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI Asset Management Luncurkan Reksa Dana ETF Kedua, Ini Keunikannya

Perusahaan manajer investasi yang terafiliasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. itu pertama kali masuk ke pasar ETF pada 23 Mei 2018 dengan meluncurkan Reksa Dana BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  11:57 WIB
Komisaris Utama PT BNI Asset Management Eddy Siswanto (dari kiri), Dirut  Reita Farianti, Komisaris Neny Asriany dan AVP Sinergi dan Komunikasi BNI Group Hindria usai menerbitkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara Exchange Trade Fund (ETF) MSCI Indonesia Equity Indeks, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Komisaris Utama PT BNI Asset Management Eddy Siswanto (dari kiri), Dirut Reita Farianti, Komisaris Neny Asriany dan AVP Sinergi dan Komunikasi BNI Group Hindria usai menerbitkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara Exchange Trade Fund (ETF) MSCI Indonesia Equity Indeks, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT BNI Asset Management (BNI-AM) kembali meluncurkan produk reksa dana exchange traded fund bertajuk Reksa Dana BNI-AM ETF MSCI ESG Leaders Indonesia (XBES).

Direktur Utama BNI-AM Reita Farianti mengatakan peluncuran instrumen investasi tu dilakukan untuk menggaet investor yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social and governance/ESG).

Perusahaan manajer investasi yang terafiliasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. itu pertama kali masuk ke pasar ETF pada 23 Mei 2018. Saat itu, BNI-AM meluncurkan Reksa Dana BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia.

“Kami meluncurkan XBES untuk menyediakan varian produk bagi investor yang ingin mengoptimalkan kinerja investasi dengan portofolio investasi emiten berfundamental baik dan mempertimbangkan aspek ESG. ETF ini dapat dengan mudah dicari di BEI karena diperdagangkan melalui pasar primer dan pasar sekunder di BEI,” katanya pada Kamis (9/1/2020).

Menurut Reita, ETF fokus pada saham emiten yang memiliki skor ESG yang paling baik di masing-masing sektornya. Pasalnya, aspek ESG menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan bagi banyak investor untuk menentukan arah investasi.

Selain itu, ESG juga menjadi indikator kualitas manajemen yang mapan dan berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.

“Alasan lain mengapa kami memilih ETF ESG karena perseroan berpotensi menghasilkan imbal hasil yang tinggi dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

XBES memiliki kebijakan investasi minimum 80%-100% dari Nilai Aktiva Bersih yang mengacu pada Indeks MSCI ESG Leaders Indonesia yang terdiri atas 16 saham berkapitalisasi besar dan memiliki likuiditas tinggi.

Sementara itu, sisa 0%-20% diinvestasikan pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun atau deposito sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami mengharapkan melalui peluncuran XBES dapat memperkaya varian produk berkualitas yang kami miliki dan dapat memberikan akses kepada investor untuk berinvestasi di produk pasar modal yang dikelola secara profesional dan terjangkau nilai pembeliannya,” katanya.

Sebagai informasi, XBES merupakan reksa dana ETF ke-39 yang telah dicatatkan dan diperdagangkan di BEI. Selain itu, XBES menjadi pelopor reksa dana pertama pada tahun Tikus Logam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana etf
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top