Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konflik AS-Iran Mereda, Pasar Saham Global Bangkit dan Menguat

Pasar saham global serempak menguat pada perdagangan sore ini, Kamis (9/1/2020), di tengah tanda-tanda meredanya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  16:06 WIB
Indeks Bursa Eropa - Reuters
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global serempak menguat pada perdagangan sore ini, Kamis (9/1/2020), di tengah tanda-tanda meredanya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks futures S&P 500 naik 0,3 persen dan indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,4 persen pada pukul 08.03 pagi waktu London (pukul 15.03 WIB). Pada saat yang sama, indeks MSCI Asia Pacific naik tajam 1,3 persen.

Seiring dengan memulihnya daya tarik aset berisiko, minat investor terhadap aset investasi aman (safe haven) pun meluntur. Harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level US$1.546,31 per troy ounce dan nilai tukar yen Jepang melemah 0,2 persen ke level 109,35 per dolar AS.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka pada S&P 500 mengarah pada kenaikan lebih lanjut untuk bursa Wall Street AS, setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa tensi dengan Iran mereda.

Pada Rabu (8/1/2020), indeks S&P 500 berakhir naik 0,49 persen di level 3.253,05, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,56 persen ke posisi 28.745,09, dan indeks Nasdaq Composite ditutup menanjak 0,67 persen di level 9.129,24.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih untuk menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pada Rabu (8/1) pagi waktu Baghdad, Trump mengungkapkan bahwa serangan itu tidak melukai warga Amerika dan bahwa pemerintah Iran tampak akan menyudahi aksinya.

Sementara itu, melalui akun Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran telah "mengambil langkah-langkah proporsional dalam pembelaan diri" dan tidak berupaya melakukan "eskalasi atau perang".

Sebelumnya, pasar global telah diguncang oleh kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascakematian Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan AS di Irak pada 3 Januari.

Kematian Soleimani menarik amarah Iran yang kemudian melancarkan serangan balasan terhadap dua pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari.

“Saya pikir hari ini ada sedikit penguatan,” ujar Shane Oliver, kepala ekonom di AMP Capital, Sydney, dikutip dari Reuters.

“Kemarin, investor mengkhawatirkan yang terburuk, bahwa tengah berlangsung eskalasi. Berita semalam lebih sesuai dengan yang Iran ungkapkan dan Trump memperhalus segalanya. Investor melihatnya secara substansial mengurangi risiko perang,” tambahnya.

Jika ketenangan geopolitik relatif bertahan, maka akan memungkinkan para pedagang untuk mengalihkan fokus mereka ke petunjuk selanjutnya tentang kesehatan ekonomi AS, dengan rilis laporan nonfarm payroll pada Jumat (10/1/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran bursa saham
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top