Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catat Jadwal Penawaran SBN Ritel 2020

Seri-seri yang bakal dirilis, yakni surat berharga ritel (SBR) seri SBR009 dan SBR010, sukuk ritel (SR) seri SR012, sukuk tabungan (ST) seri ST007 dan ST008, serta obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  10:09 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kanan) bersama Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting dalam acara pembukaan masa penawaran SBR007 di Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Antara
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kanan) bersama Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting dalam acara pembukaan masa penawaran SBR007 di Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 2020, Pemerintah menjadwalkan enam kali penerbitan instrumen surat berharga negara (SBN) ritel. Frekuensi itu lebih sedikit dibandingkan dengan realisasi pada 2019 yang mencapai 10 kali penerbitan.

Pada tahun lalu, Pemerintah merilis SBN ritel hampir setiap bulan. Pada 2020, SBN ritel akan terbit pada Januari, Februari dan Juni untuk paruh pertama 2020. Lalu, sisanya akan terbit pada Agustus dan dua instrumen sekaligus pada Oktober.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan telah merilis informasi tersebut melalui akun Instagram resminya. Seri-seri yang bakal dirilis, yakni surat berharga ritel (SBR) seri SBR009 dan SBR010, sukuk ritel (SR) seri SR012, sukuk tabungan (ST) seri ST007 dan ST008, serta obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan frekuensi penerbitan SBN ritel akan dikurangi dari 10 kali menjadi 6-8 kali.

Masalah waktu penerbitan menjadi salah satu penerbitan utama sehingga diharapkan agar pemangkasan frekuensi penawaran bisa mendorong optimasi penggalangan dana.

Kendati demikian, dari aspek lain yakni pengurangan batas pembelian masih dikaji dan keputusan tentang penerbitan SBN ritel pada 2020 akan diumumkan pada Januari.

“Ketika [frekuensi penerbitannya] sebulan sekali itu orang belum siap. Kami melihat trennya itu kan kayak gini: menjelang puasa enggak banyak [pemesanan SBN ritel] karena [dananya] untuk konsumsi. Setelah liburan sekolah, konsumsi justru lebih besar. [Jadi penerbitan SBN ritel tahun depan] enam sampai delapan kali, enggak 10 kali,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, instrumen SBN ritel yang akan jatuh tempo tahun depan senilai Rp23,01 triliun. Perinciannya, instrumen SR009 dengan nilai Rp14,04 triliun yang jatuh tempo pada 10 Maret 2020.

Lalu, instrumen ORI014 dengan nilai Rp8,97 triliun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2020. Angka ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan nilai SBN ritel jatuh tempo pada 2019 yang mencapai Rp51 triliun.

Berikut jadwal penerbitan SBN ritel pada 2020:

27 Januari : SBR009

24 Februari : SR012

23 Juni : SBR010

28 Agustus : ST007

1 Oktober : ORI017

26 Oktober : ST008

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara obligasi ritel
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top