Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tensi AS-Iran Masih Mengancam, Indeks Futures AS Fluktuatif

Pergerakan pasar saham Amerika Serikat (AS) rentan terkoreksi pada perdagangan sore ini, Selasa (7/1/2020), terbebani ancaman eskalasi tensi antara Amerika Serikat dan Iran.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  16:19 WIB
Tensi AS-Iran Masih Mengancam, Indeks Futures AS Fluktuatif
BUrsa Asia - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan pasar saham Amerika Serikat (AS) rentan terkoreksi pada perdagangan sore ini, Selasa (7/1/2020), terbebani ancaman eskalasi tensi antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham futures S&P 500 bergerak fluktuatif pada pukul 08.04 pagi waktu London (pukul 15.04 WIB).

Kendati demikian, indeks Stoxx Europe 600 mampu menguat 0,4 persen, indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 0,1 persen, dan indeks MSCI Asia Pacific menanjak 0,9 persen.

Padahal kontrak berjangka untuk S&P 500 sempat menguat pada perdagangan Selasa (7/1) pagi setelah indeks saham acuannya rebound dan ditutup naik 0,35 persen pada perdagangan Senin (6/1/2020).

Investor mengesampingkan kekhawatiran tentang eskalasi tensi di Timur Tengah pascaserangan udara AS di Irak pada Jumat (3/1/2020) yang menewaskan komandan pasukan elit Quds Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Namun kemudian pada Selasa (7/1), kantor berita Iran mengabarkan bahwa Negara Republik Islami ini tengah mencermati skenario merespons serangan AS yang menyebabkan kematian Soleimani

Mengutip perkataan kepala dewan keamanan nasional Iran, kantor berita Fars mengabarkan bahwa Iran tengah mencermati 13 skenario potensial untuk pembalasan atas pembunuhan Soleimani, dilansir dari Bloomberg.

Indeks saham futures AS sontak mengikis penguatannya meskipun bursa saham di Eropa dan Asia menguat. Pasar saham global pada umumnya telah menguat di Asia seiring dengan meredanya kekhawatiran soal situasi di Timur Tengah.

“Ada peluang lebih besar dari membaiknya gesekan perdagangan AS-China tahun ini, yang akan membantu memulihkan kepercayaan pasar dan meningkatkan iklim investasi,” ujar analis perusahaan layanan finansial Fidelity dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia iran
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top