Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Premium

Menggelar Karpet Merah untuk IPO Startup Raksasa

03 Januari 2020 | 18:39 WIB
Akankah keinginan untuk membawa startup bervaluasi raksasa melantai di bursa Indonesia segera terealisasi?

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia kini tak lagi hanya dikenal oleh dunia internasional sebagai lokasi Pulau Bali. Perusahaan-perusahaan rintisan berstatus unikorn, alias yang valuasinya di atas US$1 miliar, sukses melambungkan nama Indonesia.

Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Ovo adalah lima startup yang lahir dan berkembang di Indonesia. Beberapa di antaranya, seperti Gojek dan Traveloka, sudah berekspansi ke negara-negara tetangga.

Potensi para startup, baik yang telah menyandang status unikorn maupun belum, turut dilirik oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tengah harapan jumlah Initial Public Offering (IPO) dapat menembus 57 perusahaan pada 2020, otoritas bursa mengaku tengah memfasilitasi rencana go public oleh salah satu startup bervaluasi raksasa.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan saat ini, salah satu unikorn Indonesia sedang berproses untuk bisa melantai di bursa saham, tetapi masih belum ada perkembangan yang berarti. Oleh karena itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantu proses penawaran saham perdana unikorn ini dengan mengidentifikasi kendala atau tantangan tertentu yang dihadapi.

Pengemudi Gojek menunggu penumpang di Jakarta./Reuters-Beawiharta

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top