Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Resmi Stock Split, Ini Harga Baru UNVR

Emiten barang-barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk. akan memulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp2 per saham di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Januari 2020.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten barang-barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk. akan memulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp2 per saham di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Januari 2020.

Hal itu terlaksana pascarealisasi pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Adapun, akhir perdagangan saham dengan nominal lama yakni Rp10 per saham di pasar reguler dan pasar negosiasi terakhir pada 30 Desember 2019.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip Selasa (31/12/2019), Bursa telah menerima surat PT Unilever Indonesia Tbk. pada 18 Desember 2019, mengenai permohonan pencatatan saham hasil pemecahan nilai nominal (stock split) dengan rasio 1:5.

Dengan demikian, Bursa mengumumkan bahwa terhitung sejak Kamis, 2 Januari 2020, nilai nominal setelah stock split menjadi Rp2 per saham, dari sebelum stock split Rp10 per saham.

Adapun, jumlah saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia setelah stock split 38,15 miliar saham, dari sebelum stock split sebanyak 7,63 miliar saham.

Harga saham UNVR pada saat akhir cum di pasar reguler dengan nilai nominal lama Rp10 per saham pada 30 Desember 2019, tercatat pada harga Rp42.000. Dengan demikian, harga teoretis untuk pedoman tawar menawar dan perhitungan Indeks Harga Saham di Bursa Efek Indonesia dan Indeks Harga Saham (IHS) individual UNVR dengan nilai nominal baru Rp2 per saham ditetapkan Rp8.400.

Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menyampaikan dengan stock split ini investor ritel bakal lebih mudah menjangkau saham UNVR. Sebab, saham UNVR dapat diperdagangkan kurang dari Rp1 juta setiap satu lot.

"Kami optimis adanya stock split ini harga saham UNVR akan terjangkau investor ritel kebanyakan, dan harapannya akan mampu mendukung pertumbuhan Bursa Efek Indonesia karena adanya peningkatan likuiditas perdagangan saham UNVR," katanya akhir November kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper