Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mirae Asset Sekuritas: Inflow Asing Mulai Kembali ke Pasar Saham Domestik

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada 2020 menjadi sentimen positif.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  13:22 WIB
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (19/2/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (19/2/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Aliran modal asing (foreign capital flow) diperkirakan masuk kembali ke Indonesia pada 2020, didukung oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik.
 
Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menyatakan investor asing telah melakukan aksi jual (outflow) dari pasar saham Indonesia selama 3 tahun terakhir, senilai total US$11,5 miliar.
 
“Menurut kami, pemulihan pertumbuhan Earning per Share (EPS) di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menarik inflow asing kembali ke Indonesia,” katanya melalui riset yang dikutip pada Kamis (26/12/2019).
 
Hariyanto menjelaskan daya tarik pasar Indonesia juga berasal dari perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi ketimbang negara-negara lain.
 
Mirae Asset memperkirakan PDB Indonesia akan tumbuh ke level 5,1 persen pada 2020, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan Thailand yang diperkirakan sebesar 2,9 persen dan Malaysia sebesar 4,3 persen.
 
Sementara itu, di negara maju, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat pada tahun depan. PDB AS diperkirakan turun menjadi 1,8 persen pada 2020 dari 2,3 persen pada tahun ini.

Begitu pula dengan PDB Uni Eropa (UE), yang diperkirakan melemah ke 1,3 persen pada tahun depan dari 1,4 persen pada 2019.
 
Pada saat bersamaan, kebijakan moneter longgar dari sejumlah bank sentral juga disebut akan menambah stimulus yang dapat meningkatkan likuiditas di pasar. Sebanyak 37 bank sentral di pasar negara berkembang (emerging market) telah memangkas suku bunga selama 10 bulan berturut-turut pada 2019, yang menjadi siklus pelonggaran terpanjang sejak 2013.
 
Tak hanya pemangkasan suku bunga, beberapa bank sentral utama dunia juga menyuntikkan stimulus tambahan untuk meningkatkan likuiditas. 
 
“The Fed New York juga telah mengintervensi pasar repo mulai dari September 2019 sampai setidaknya hingga Januari 2020,” tulis Hariyanto.
 
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 23 Desember 2019, sejak awal bulan ini, tercatat investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp7,04 triliun.
 
Adapun, pada akhir perdagangan Senin (23/12), investor asing mencatatkan net buy senilai Rp424,22 miliar. Sejak awal 2019, nilai beli investor asing sudah mencapai Rp48,25 triliun. 
 
Apabila mengecualikan nilai dari transaksi skema crossing saham dari MUFG Bank Ltd. dalam rangka meningkatkan kepemilikannya di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. senilai total Rp49,6 triliun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,35 triliun.
 
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau sejak dibuka setelah libur Natal. Pada Kamis (26/12) pukul 11.40 WIB, IHSG terpantau menguat 0,18 persen ke level 6.317.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG investasi asing
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top