Mampukah Pembelian Reksa Dana Cetak Rekor Lagi?

Pelaku industri reksa dana optimistis tren pembelian reksa dana atau net subscription bakal melaju lagi pada Desember seiring dengan harapan penguatan IHSG.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  10:30 WIB
Mampukah Pembelian Reksa Dana Cetak Rekor Lagi?
Reksa Dana Jeblok. - Bisnis.com

Bisnis,com, JAKARTA—Pelaku industri reksa dana optimistis tren pembelian reksa dana atau net subscription bakal melaju lagi pada Desember seiring dengan harapan penguatan IHSG.

Head of Investment Avristh Asset Management Farash Farich memperkirakan pembelian reksa dana pada Desember akan kembali meningkat.

Pasalnya, secara historis kinerja pasar saham bakal membaik pada bulan terakhir setiap tahun selama sedekade terakhir.

"Pasar saham rata-rata historis naik sekitar 2% pada Desember. Rasanya banyak investor akan coba memanfaatkan momen ini melalui investasi di reksa dana," katanya kepada Bisnis, Selasa (3/12/2019).

Selain itu, realisasi melalui redemption pada November juga seharusnya akan ditempatkan lagi ke dalam reksa dana oleh investor. Dengan demikian, lanjut Farash, alokasi bobot di reksa dana tetap tidak berubah di buku investor institusi.

Di sisi lain Direktur Panin Asset Management Rudiyanto memperkirakan bakal sulit untuk mengalahkan net subs yang terjadi pada tahun lalu yang menjadi posisi net subs reksa dana tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pembelian baru atau subscription reksa dana sejak 2015 sampai 2018 selalu mengalami peningkatan. Secara detail, pada 2015 terjadi net subs senilai Rp41 triliun. Selanjutnya pada 2016 hingga 2018 juga terjadi net subs masing-masing senilai Rp47,93 triliun, Rp68,27 triliun, dan Rp71,83 triliun. 

“Sepertinya agak sulit mengejar dengan waktu satu bulan ini,” kata Rudiyanto kepada Bisnis, Selasa (3/12/2019).

Rudiyanto melanjutkan apabila IHSG berhasil rebound pada Desember ini, diperkirakan investor institusi bakal banyak yang melakukan aksi jual untuk merealisasikan keuntungan (profit taking).

Namun, apabila kenaikan IHSG tidak berlebihan, diperkirakan net sell tetap saja terjadi pada awal tahun depan.

Sementara itu, tenaga dorong net subs dari sisi penerbitan produk pun dinilai bakal minim mengingat pada akhir tahun penerbitan produk reksa dana yang mulai sepi.

“Sehingga mungkin saja di Desember ini terjadi net sell,” ujar Rudiyanto.

Kinerja Reksa Dana 5 Tahun 

PeriodeNAB(Rp triliun)Subscription(Rp triliun)Redemption(Rp triliun)
2015271,96254,34213,34
2016338,74350,64302,71
2017457,50527,06458,79
2018505,29613,48541,65
2019*544,41658,55593,75

Ket: *) per 29 November 2019Sumber: Otoritas Jasa Keuangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : Rahayuningsih
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top