Potensi Menggiurkan, Darma Henwa (DEWA) Masuk ke Bisnis EPC

Emiten kontrator pertambangan PT Darma Henwa Tbk. akan mengembangkan lini bisnis engineering, procurement, and construction (EPC) karena besarnya potensi pendapatan dari usaha tersebut.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  07:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontrator pertambangan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) akan mengembangkan lini bisnis engineering, procurement, and construction (EPC).

Presiden Direktur Darma Henwa Saptari Hoedaja mengatakan belum banyak kompetitornya yang mengembangkan unit bisnis tersebut di Indonesia. Padahal penghasilan yang dapat diperoleh dari EPC cukup menggiurkan.

Selain itu, beberapa proyek tambang yang kini tengah diincar oleh emiten berkode saham DEWA itu juga membutuhkan EPC. “Kami akan membangun unit usaha EPC yang sebelumnya tidak ada pada tahun depan. Beberapa proyek tambang baru membutuhkan keahlian tersebut,” katanya dalam paparan publik pada Selasa (3/11/2019).

Namun, Saptari belum mengungkapkan kisaran dana yang diperlukan untuk membangun lini baru tersebut. Menurutnya, dana yang diperlukan tidak begitu banyak karena fokus usaha itu akan kepada desain, rekayasa dan konstruksi.

Dengan begitu, dia optimistis tambang baru yang coba digaet oleh perseroan akan tembus pada tahun depan. Saptari menambahkan bisnis EPC ke depannya akan menyasar bagi tambang non-batubara. Menurutnya ada beberapa tambang mineral tanah atau non-batu bara yang membutuhkan EPC agar eksplorasinya maksimal.

Saat ini ada empat proyek tambang non-batu bara yang tengah berada di pipeline DEWA. Pertama adalah tambang timah dan seng di Sumatra Utara. Lingkup kerja di sana berupa persiapan penambangan, instalasi kerja tambang dan pengadaan.

Kemudian tambang tembaga dan emas di Gorontalo dengan lingkup kerja konstruksi jalan tambang, penambangan dan reklamasi. Lalu tambang emas dan tembaga di Sulawesi tengah dengan kontrak kerja pengembangan infrastruktur, eksplorasi dan penambangan.

Terakhir adalah tambang emas di Jawa Barat dengan kontrak kerja berupa penambangan biji emas serta penanganan limbah. “Saat ini semua masih dalam tahap negosiasi. Tapi kami berharap dalam waktu dekat akan ada kontrak yang ditandangani,” katanya.

DEWA menargetkan negosiasi kontrak dapat terwujud pada Semester I/2020. Saptari mengatakan perseroan akan mengembangkan bisnis non-batu bara ke depannya.

Sebagai informasi, konstruksi tambang non-batu bara telah menyumbang US$1,7 juta pada periode Januari – September 2019. Meskipun, pendapatan segmen itu masih kecil Saptari optimistis ke depannya non-batubara dapat berkontribusi lebih.

Sementara itu, untuk bisnis batu bara DEWA mencatatkan total pengupasan sebesar 96,10 juta bank cubic meter (bcm). Jumlah itu setara dengan 80,08% dari total target sebesar 120 juta bcm. Adapun total produksi batu bara DEWA mencapai 13,22 juta ton setara dengan 77,76% target perseroan yang mencapai 17 juta ton

Saptari mengatakan peningkatan disebabkan oleh perbaikan fundamental pada operasional.

“Dengan kinerja yang terus meningkat sampai kuartal III/2019 kami yakin kinerja tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara untuk target tahun depan, Saptari mengatakan kini masih dalam tahap perundingan oleh klien utama perseroan yakni PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin Indonesia dan PT Cakrawala Langit Sejahtera.

Menurutnya tahun depan produksi akan lebih tinggi dengan belanja modal yang rendah. “Saat ini masih kami hitung belanja modal dan man power to coal. Kami akan efisiensi supaya marjin yang diterima kami dan klien sama-sama menguntungkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, aksi emiten, darma henwa tbk

Editor : Rahayuningsih
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top