Wijaya Karta (WIKA) Dapat Kontrak Pembangunan Tower di Afrika Senilai 50 Juta Euro

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mendapatkan kontrak pekerjaan pembangunan Proyek Goree Tower di Senegal, Afrika Barat dengan nilai pelaksanaan tahap pertama sebesar 50 juta Euro dari total 250 juta Euro.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  19:43 WIB
Wijaya Karta (WIKA) Dapat Kontrak Pembangunan Tower di Afrika Senilai 50 Juta Euro
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mendapatkan kontrak pekerjaan pembangunan Proyek Goree Tower di Senegal, Afrika Barat dengan nilai pelaksanaan tahap pertama sebesar 50 juta Euro dari total 250 juta Euro.

Penandatanganan kontrak Tahap 1 Goree Tower Project tersebut dilakukan oleh L'Agence De Gestion Du Patrimoine Bati De L'Etat (AGPBE) dengan perseroan di Centre Internationale Conference Abdou Diouf.

AGPBE diwakili oleh Direktur Operasi Yaya Abdoul Kane dan WIKA diwakili oleh Direktur Operasi III yang membawahi Divisi Luar Negeri Destiawan Soewardjono. Turut hadir menyaksikan antara lain Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Menteri Bappenas Senegal Dr. Cheikh Kante, pada Senin (2/12/2019).

Pekerjaan Proyek Goree Tower di Senegal ini memiliki nilai kontrak tahap 1 sebesar 50 juta Euro. Kesepakatan total dari proyek ini senilai 250 juta Euro. Proyek ini merupakan tindak lanjut konkret “business deals” antara Pemerintah Senegal dengan Wijaya Karya dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali pada Agustus 2019.

“Kerja sama yang akan direalisasikan ini merupakan salah satu milestone kiprah BUMN Karya Indonesia di Afrika Barat, di mana WIKA mampu mengerjakan proyek mulai dari social housing di Afrika, sampai proyek besar dan prestisius seperti Goree Tower Project ini," kata Destiawan dalam keterangan resmi, Selasa (3/12/2019).

Destiawan menyebutkan, bagi WIKA pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya perseroan ke pasar infrastruktur dan gedung Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang dengan kebutuhan infrastruktur yang tinggi.

WIKA menargetkan pada 2020 mendatang akan menyasar ke 3 negara baru di Kawasan Afrika Barat dan Timur yaitu Senegal, Pantai Gading dan Zanzibar-Tanzania dengan rencana perolehan OK baru dari proyek-proyek luar negeri tahun depan senilai Rp5,18 triliun.

Sebagai informasi, rencana master plan proyek strategis nasional negara-negara di kawasan Afrika Barat pada 2020-2045 di sektor infrastruktur, energi, telekomunikasi, dan railway akan mencapai US$119,8 miliar, dan menjadi peluang BUMN Indonesia untuk menjajaki proyek-proyek tersebut.
Pelaksanaan Proyek

Untuk pelaksanaan proyek, WIKA mendapat fasilitas pembiayaan National Interest Account (NIA) dengan skema Buyer’s Credit melalui LPEI. Penyaluran fasilitas ini sejalan dengan strategi pemerintah memperluas ekspor Indonesia ke negara nontradisional termasuk Afrika.

Lebih lanjut, Destiawan menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan LPEI ke depannya dapat memfasilitasi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya untuk dapat memenuhi kapasitas pembiayaan infrastruktur negara-negara Afrika yang trennya semakin naik dari tahun ke tahun, terutama dengan adanya kepercayaan dari beberapa negara di Afrika untuk menjadikan BUMN Indonesia sebagai mitra strategis mereka.

“Apabila itu dapat terealisasi, maka akan meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam melakukan ekspansi ke sejumlah negara, khususnya di Wilayah Afrika," katanya.

Penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018 dan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada Agustus 2019 telah memberikan peluang kerja sama konkret sebagai pasar prospektif bagi pelaku usaha Indonesia khususnya di sektor infrastruktur, konstruksi, serta industri strategis nasional. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, wijaya karya

Editor : Rahayuningsih
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top