Awal Desember, IHSG Diprediksi Menguat

Pada perdagangan hari ini, Senin (2/12/2019), IHSG diprediksi menguat sebab candlestick membentuk long white body menguat setelah rebound di support Bollinger band.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  07:05 WIB
Awal Desember, IHSG Diprediksi Menguat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat menguat pada pekan pertama Desember ke level 6.039.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG akan menguat karena pada pekan terakhir November IHSG bergerak menguat ke level 6.011. Menurunnya, IHSG menguat setelah investor mulai kembali masuk ke pasar saham setelah terdiskon cukup dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, kekhawatiran dari tekanan sentiment global masih ada.

Pada perdagangan hari ini, Senin (2/12/2019), IHSG diprediksi menguat sebab candlestick membentuk long white body menguat setelah rebound di support Bollinger band

“Indikator stochastic membentuk golden cross di area oversold mengindikasikan potensi penguatan, namun penguatan diperkirakan hanya berlangsung dalam jangka pendek mengingat masih minimnya sentimen pendorong,” katanya Minggu (1/12/2019).

Dennies memperkirakan level support pertama IHSG ada di kisaran 5.962 dan level support kedua 5.912. Sementara level resistance pertama dan kedua ada di kisaran 6.039—6.066.

Ada beberapa saham yang menurutnya menarik untuk dicermati. Beberapa di antaranya adalah MEDC karena menguat ke level resistance jual atau take profit. Lalu, ada BBNI karena candlestick membentuk long white body setelah rebound di area support. Indikator stochastic membentuk golden cross mengindikasikan potensi penguatan.

TLKM, lanjutnya, menarik dicermati sebab candlestick membentuk long white body setelah rebound di area support. Indikator stochastic membentuk golden cross mengindikasikan potensi penguatan.

Kekhawatiran Mereda

Sementara itu, analis Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan mengalami penguatan setelah aksi jual yang cukup deras dalam sepekan kemarin. 

Menurutnya, kekhawatiran investor mulai mereda dan menilai beberapa saham blue chip telah cukup murah untuk saat ini akibat aksi jual t panic redemptions pada reksadana.

Dia mencatat Investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp219,81 miliar dengan saham ASII, BBRI dan UNVR yang menjadi top net sell value investor asing.

“Pergerakan IHSG secara teknikal membentuk pola piercing line dengan potensi menguji resistance setelah berhasil balik di atas level psikologis 6000. Indikator stochastic bergerak golden-cross pada area oversold dengan RSI bullish reversal momentum,” katanya.

Dengan begitu secara teknikal indikasi lanjutan penguatan IHSG di awal bulan Desember cukup terbuka dengan target optimis berada pada di kisaran 6.150, apabila terus kuat diatas level psikologis. “Sehingga kami perkirakan rentang pergerakan IHSG akan berada di level 6.000-6.100,” imbuhnya.

Saham-saham yang sudah dapat dicermati secara teknikal diantaranya AALI, JPFA, ULTJ, UNVR, KLBF, HOKI, BMRI, BNLI, TBIG, TLKM, JSMR, ASII, CTRA, SMRA, SCMA, AKRA, dan RALS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top