Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi I, TLKM & CPIN Jadi Penekan Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (26/11/2019), setelah berfluktuasi sepanjang hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 November 2019  |  12:43 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (26/11/2019), setelah berfluktuasi sepanjang hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah tipis 0,07 persen atau 4,41 poin ke level 6.066,36 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan  0,34 persen atau 20,48 poin ke level 6.091,24.

Pada perdagangan Senin (25/11), indeks mengakhiri pergerakannya di level 6.070,76 dengan pelemahan 0,48 persen atau 29,48 poin.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.060,45-6.096,66.

Lima dari sembilan sektor IHSG menetap di zona merah pada akhir sesi I, dipimpin sektor infrastruktur yang melemah 1,22 persen dan pertanian yang turun 0,9 persen. Empat sektor lainnya menguat, dipimpin sektor perdagangan yang naik 0,51 persen.

Sebanyak 131 saham menguat, 185 saham melemah, dan 348 saham stagnan dari 664 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang masing-masing turun 1,77 persen dan 2,59 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Dikutip dari hasil risetnya, analis teknikal Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG membentuk pola candlestick yang cenderung menyentuh lower high dan lower low.

Di sisi lain, MACD mengindikasikan tren distribusi sehingga diartikan sebagai potensi pelemahan. 

Kendati demikian, dia berujar, pelemahan cenderung terbatas karena indikator stochastic yang menyentuh wilayah jenuh jual atau oversold.

Oleh karena itu, dia memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di titik support yakni 6.023 hingga 6.047 sedangkan pergerakan di titik resistensi berada di rentang 6.100 hingga 6.129. 

Berbeda dengan IHSG, bursa saham lainnya di Asia bergerak mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing naik 0,34 persen dan 0,46 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,67 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top