Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Enam Bulan

Bitcoin anjlok hampir 10 persen ke level terendah dalam enam bulan terakhir di tengah kekhawatiran tentang tindakan keras pada cryptocurrency oleh China.
Bitcoin turun/Ilustrasi
Bitcoin turun/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin merosot hampir 10 persen ke level terendah dalam enam bulan terakhir di tengah kekhawatiran tentang tindakan keras pada cryptocurrency oleh China.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang digital ini anjlok sebanyak 9,8 persen dari penutupan hari Jumat dan diperdagangkan tepat di atas US$6.700 pada pukul 11.00 di Hong Kong. Ini adalah pertama kalinya sejak Mei bahwa Bitcoin diperdagangkan di bawah level psikologis US$7.000.

Cryptocurrency terbesar di dunia juga berada di jalur untuk penurunan delapan hari berturut-turut, menyamai rekor penurunan beruntun dari 2014, menurut harga dari Bitstamp sejak awal Agustus 2011 dan termasuk perdagangan akhir pekan.

"Investor dapat menemukan lebih banyak kegembiraan di pasar tradisional tanpa volatilitas agresif dan pasar yang masih belum jelas," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior untuk Asia Pasifik di Oanda Asia Pacific Pte, seperti dikutip Bloomberg.

Pada hari Jumat, People's Bank of China mengatakan kepada bisnis yang terlibat dengan cryptocurrency untuk memperbaiki tindakan yang tidak tepat dan meminta investor untuk waspada terhadap mata uang virtual.

Awal bulan ini, otoritas di Shanghai mengeluarkan pemberitahuan yang menyerukan pembersihan perusahaan yang terlibat dalam perdagangan kripto, sementara pemerintah Beijing memperingatkan terhadap operasi bursa pertukaran ilegal.

Ada banyak kemungkinan penyebab anjloknya harga. Pelaku pasar menyalahkan rendahnya volume perdagangan dan mengatakan aset tradisional mulai menawarkan return yang menarik, tulis analis pasar eToro AS Adam Vettese dalam catatan pada Jumat.

Vijay Ayyar, kepala pengembangan bisnis bursa crypto Luno mengatakan penambang bitcoin skala kecil juga tertekan oleh jatuhnya harga, menyebabkan penjualan lebih lanjut menuju kisaran level US$5.600 hingga US$6.400,

"Kami melihat apa yang disebut kapitulasi penambang dan itu telah mengindikasikan penurunan besar sebelumnya dalam harga Bitcoin. Pada saat ini, biaya produksi dapat diindikasikan berada dalam kisaran $ 6.000 dan karenanya kami telah melihat penurunan harga ke kisaran itu minggu lalu," ungkapnya.

Bitcoin masih menguat secara substansial sejak awal tahun 2019, dari level pada akhir tahun lalu yang mencapai US$3,674. Setelah lonjakan dari April hingga Juni dan sempat melampaui US$13.000, harga mulai kehilangan momentum dan secara bertahap menurun sejak saat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper