Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Urban Jakarta Propertindo (URBN) Anggarkan Rp800 Miliar untuk Capex 2020

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 November 2019  |  14:00 WIB
Presiden Direktur PT Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono (tengah) saat paparan publik perseroan terkait kinerja 2019 di Jakarta, Senin (25/11/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar
Presiden Direktur PT Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono (tengah) saat paparan publik perseroan terkait kinerja 2019 di Jakarta, Senin (25/11/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp800 miliar pada 2020.

Presiden Direktur Urban Jakarta Propertindo Paulus Nurwandono mengatakan dana itu akan digunakan untuk membangun proyek eksisting dan akuisisi lahan.

Capital expenditure (capex) kami tahun depan sekitar Rp800 miliar. Rencananya, Rp500 miliar akan digunakan untuk akusisi lahan dan Rp300 miliar untuk pengembangan proyek eksiting,” paparnya setelah paparan publik di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sebagai informasi, emiten berkode saham URBN itu memiliki empat proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Salah satunya adalah Urban Signature yang memiliki lahan seluas 62.239 meter persegi, di mana pembangunan tower pertama masih berlangsung dari target 5 tower.

Kemudian, ada pula Urban Suites dengan luas 7.268 meter persegi yang baru akan mulai dikerjakan pada April 2020.

“Proyek ini akan kami mulai paling lambat April tahun depan. Seharusnya groundbreaking dimulai Desember 2019, tapi karena ada kendala jadi kami mundurkan,” ungkap Paulus.

URBN juga menargetkan adanya pemasukan sebesar 20 persen dari segmen pendapatan berulang (recurring income) area komersial, mal, serta pengelolaan properti (property management). Namun, terang Paulus, segmen itu masih belum ada pada tahun ini.

Perseroan pun bakal mempertebal portofolio pendapatan. Pasalnya, penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 mengenai Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan pada tahun depan dinilai dapat memperberat pencatatan keuangan.

“Pendapatan pengakuan baru bisa dilakukan setelah ada serah terima. Tentu saja ini berat bagi semua pengembang. Maka itu kami harus bisa mendiversifikasi bisnis sesegera mungkin,” jelasnya.

Menurut Paulus, dengan berjalannya dua mal, yang masing-masing berlokasi di Jaticempaka dan Ciracas, serta area komersial dapat menambah pemasukan perseroan.

“Meski begitu kami akui, pendapatan dari recurring income belum dapat menyamai penjualan unit apartemen. Tapi, kami akan berupaya agar PSAK yang baru tidak memengaruhi cashflow kami,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten emiten properti
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top