Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perampingan di Kementerian BUMN Sesuai Amanat Presiden

Dengan adanya dua Wakil Menteri, posisi 7 deputi akan dirampingkan menjadi 3 deputi fungsional bukan berdasarkan industri seperti sebelumnya.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 23 November 2019  |  19:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) berjabat tangan dengan Menparekraf Wishnutama (kedua kiri), Legenda MotoGP Michael Doohan (kiri) dan Direktur Utama ITDC yang juga Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Abdulbar M. Mansoer (kanan) sebelum kickstart Race to GP Mandalika 2021 di Lot 16 SCBD, Jakarta. Sabtu (23/11/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) berjabat tangan dengan Menparekraf Wishnutama (kedua kiri), Legenda MotoGP Michael Doohan (kiri) dan Direktur Utama ITDC yang juga Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Abdulbar M. Mansoer (kanan) sebelum kickstart Race to GP Mandalika 2021 di Lot 16 SCBD, Jakarta. Sabtu (23/11/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah merampingkan birokrasi yang ada di tubuh kementerian dengan mengefisiensikan struktur organisasi yang sudah ada.

Dengan adanya dua Wakil Menteri, posisi 7 deputi akan dirampingkan menjadi 3 deputi fungsional bukan berdasarkan industri seperti sebelumnya.

“Tujuan restrukturisasi ini, agar kementerian dapat bekerja lebih optimal dan dapat menjadi lokomotif pembangunan bangsa. Saya mengharapkan semua yang bekerja di dalam lingkungan Kementerian BUMN memiliki orientasi melayani atau service oriented,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir melalui keterangan resmi, Sabtu (23/11/2019).

Erick menambahkan Kementerian BUMN dibentuk bukan untuk memperpanjang birokrasi, justru untuk membantu agar korporasi yang ada di bawahnya dapat sehat dan melayani masyarakat.

Foto: Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo

Oleh sebab itu, Erick berharap para Direksi dan Komisaris yang mengelola perusahaan-perusahaan di bawah Kementerian BUMN memiliki integritas yang tinggi dan mampu bekerja dengan baik

Dia juga berharap jajaran direksi dan komisaris BUMn bukan malah membuat gurita, yang nantinya bisa menggulung perusahaannya sendiri, merusak ekosistem bisnis, atau mengganggu stabilitas BUMS, BUMD juga Bumdes.

“Kita perlu membangun harmoni dengan semuanya. Buat saya, integritas dan akhlak yang baik bagi pengelola BUMN menjadi hal yang penting. Bila manajemen BUMN memiliki profesionalisme dan integritas yang tinggi, serta fokus pada bisnis, BUMN akan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top