Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merdeka Copper (MKDA) Perbesar Target Pengerukan Emas di Tujuh Bukit

PT Merdeka Copper Gold Tbk. meningkatkan target emasnya pada tahun ini seiring dengan realisasi produksi yang baik sepanjang kuartal III/2019.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:45 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk,  di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk. meningkatkan target emasnya pada tahun ini seiring dengan realisasi produksi yang baik sepanjang kuartal III/2019.

Adapun target minimal produksi emas emiten berkode saham MDKA tersebut yakni 180.000 ons bijih emas.

Berdasarkan data resmi perseroan, sepanjang Januari-September 2019 tambang Tujuh Bukit telah memproduksi bijih emas sebesar 174.216 ons.

"Kini kami menargetkan target di guidance 200.000 ons untuk tahun ini untuk produksi kami di Tujuh Bukit," ujar Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kenaikan realisasi produksi tersebut merupakan hasil dari peningkatan kapasitas yang dilakukan perseroan pada tambang Tujuh Bukit sepanjang tahun ini.

Dia mengungkapkan bahwa perseroan menggelontorkan anggaran belanja modal senilai US$25 juta untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas produksi emas dan perak di Tujuh Bukit.

Sementara itu, hingga Oktober 2019, perseroan terus melanjutkan eksplorasi di tambang Tujuh Bukit dengan kegiatan eksplorasi sumberdaya porfiri  tembaga dan emas pada Upper High Grade Zone (UHGZ).

Total biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi UHGZ di daerah Tujuh Bukit pada Oktober adalah sebesar Rp18,8 miliar untuk pengembangan penurunan drift dan sebesar Rp3,7 miliar untuk pengeboran definisi sumber daya bawah tanah dan pengeboran hidrologi permukaan, sehingga total sebesar Rp22,5 miliar.

Semua pekerjaan diselesaikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan PT Merdeka Mining Servis. “Peningkatan pendapatan perseroan didorong oleh peningkatan kapasitas produksi dan juga terbantu oleh global karena peningkatan harga emas,” ungkapnya.

Sepanjang Januari–September 2019, emiten berkode saham MDKA tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 50% menjadi US$324,28 juta dari realiasi periode yang sama tahun lalu senilai US$216,18 juta.

Posisi laba bersih tahun berjalan perseroan juga tercatat meningkat 24,6% menjadi US$66,18 juta dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu senilai US$53,11 juta.

“Dengan usaha kami saat ini, dengan tingkat produksi kami sangat membantu dan kami sulit memprediksi harga emas, tapi kami menjaga sebagaimana cost yang kami keluarkan untuk produksi operasional kami,” ungkapnya.

Seperti diketahui, saham MDKA mayoritas dikendalikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) milik Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya sebesar 20,76%. Kemudian PT Mitra Daya Mustika 14,16%, Garibaldi Thohir 8,76%, PT Suwarna Arta Mandiri 7,04%, Pemkab Banyuwangi 5,5%. Sisanya di bawah 5% termasuk publik 36,94%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merdeka copper
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top