Catat Saham-Saham yang Masuk Indeks MSCI

Sementara itu, ada 6 emiten yang masuk dalam MSCI Global Small Cap Indexes yang mencakup MSCI Indonesia Index, yakni ERAA, ITMG, ISAT, RIMOM, SMSM, dan SCMA.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 08 November 2019  |  14:58 WIB
Catat Saham-Saham yang Masuk Indeks MSCI
MSCI Asia Pacific - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - MSCI Inc., perusahaan global yang meramu indeks saham acuan global, mengumumkan perubahan komposisi sejumlah indeks yang terkait dengan emiten-emiten asal Indonesia.

Dua di antaranya, ialah MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes yang mencakup MSCI Indonesia Index.

Dalam MSCI Global Standard Indexes, ada dua emiten yang menjadi penghuni baru, yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Di sisi lain, saham emiten televisi PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) terdepak dari indeks ini.

Sementara itu, ada 6 emiten yang masuk dalam MSCI Global Small Cap Indexes yang mencakup MSCI Indonesia Index. Mereka ialah PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM), dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA).

Enam saham itu menggantikan empat saham lain yang keluar dari indeks. Empat saham tersebut, yakin PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES), PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT), dan PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP).

Perubahan konstituen indeks MSCI itu akan mulai berlaku pada 26 November 2019.

Sebelumnya, Direktur & Fund Manager Schroders Indonesia Irwanti menilai pada kuartal terakhir ini pasar saham dibayangi risiko capital outflow.

“Kita harus menghadapi potensi outflow dari [sentimen] rebalancing indeks MSCI yang akan terjadi pada November dengan estimasi mencapai US$26 juta,” ungkap Irwanti.

Selain sentimen itu, arus modal asing ke Indonesia juga dipengaruhi oleh hasil laporan keuangan emiten per kuartal III/2019, negosiasi perang dagang AS-China, dan valuasi saham secara historikal.

“Perkembangan dari negosiasi antara AS dan China juga masih menjadi faktor utama pertumbuhan IHSG untuk ke depan,” imbuh Irwanti.

Sebelumnya, Head of Research Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengatakan rebalancing indeks MSCI ini tidak serta merta menarik lebih banyak aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, indeks msci asia pacific

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top