BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) Siap Dirikan Perusahaan Efek Daerah

Pembentukan perusahaan efek daerah ini nantinya bisa membuka akses investor dan calon investor di Jawa Barat dan Banten untuk masuk ke pasar modal.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 November 2019  |  08:28 WIB
BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) Siap Dirikan Perusahaan Efek Daerah
Komisaris Utama KSEI Rahmat Waluyanto (kelima kiri ke kanan), Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari, Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi, Dirut Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro, Direktur IT, Treasury&International Banking Bank BJB Rio Lanasier membuka perdagangan BEI dalam rangka penunjukan Bank BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah pertama yang menjadi bank administrator RDN KSEI di Jakarta, Kamis (7/11/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) siap membentuk perusahaan efek daerah (PED) secepatnya pada semester I/2020.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengungkapkan bahwa saat ini pembentukan PED itu masih di tahap awal dan pihaknya tengah berdiskusi dengan beberapa perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) untuk menjadi sponsor.

“Ini sedang diinisiasi, baru tahap awal. Kami sedang mencari bentuk karena sekarang kami jadi BPD pertama yang akan membentuk PED. TArgetnya mungkin pada semester I/2020 bisa jalan,” katanya di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Yuddy mengungkapkan bahwa nantinya Bank BJB akan menjadi pemegang saham mayoritas di PED yang disebut-sebut bakal menjadi PED pertama di Indonesia tersebut.

Adapun, dana investasi untuk membentuk PED diklaim Yuddy tak membutuhkan dana yang begitu besar. Paling tidak, perseroan bakal menggelontorkan Rp10 miliar untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan modal dasar.

Untuk memuluskan jalan membentuk PED, emiten bersandi saham BJBR tersebut telah ditunjuk sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) periode 2019—2024 oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Saat ini, BJBR bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk pembukaan RDN dan pemberian layanan referral Nasabah.

“Kami berencana ke depan akan kerja sama dengan beberapa sekuritas. tahap awal kami kerja sama dengan Mansek,” tutur Yuddy.

Adapun, pembentukan PED ini nantinya bisa membuka akses investor dan calon investor di Jawa Barat dan Banten untuk masuk ke pasar modal. Saat ini, jumlah populasi di Jawa Barat dan Banten telah mencapai 49—50 juta jiwa yang mewakili seperlima dari populasi Indonesia.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk menjadi sponsor PED yang akan didirikan oleh BJBR.

“Kalau melihat potensinya kan Jawa Barat besar dari segi populasi penduduk, pertumbuhan ekonominya juga lebih dari 5,5%. Selain itu, cabang Mansek di Jawa Barat juga merupakan salah satu cabang utama,” tutur Dannif.

Dannif optimistis kerja sama dengan BJBR dapat berkontribusi terhadap peningkatan basis jumlah investor di perusahaan efek pelat merah tersebut.

Tak hanya dengan BJBR, Dannif mengungkapkan bahwa perseroan juga tengah dalam pembicaraan dengan bank daerah lainnya untuk prospek menjadi mitra bank RDN maupun sebagai sponsor PED.

“Ada dengan bank daerah lain, terutama di Jawa yang besar-besar. Tujuan utamanya untuk bisa meningkatkan basis investor,” tutur Dannif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank bjb, transaksi saham

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top