Maha Properti Indonesia (MPRO) Bangun Proyek Mixed-Used di Jakarta Barat

Selain di Ciledug, MPRO juga memiliki proyek di Makassar seluas 7 hektare yang dibangun menjadi proyek kawasan mix-used.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 November 2019  |  17:08 WIB
Maha Properti Indonesia (MPRO) Bangun Proyek Mixed-Used di Jakarta Barat
Direktur PT Maha Properti Indonesia Tbk. Suwandy saat paparan publik terkait suspen yang dikenakan oleh Bursa Efek Indonesia pada Rabu (6/11/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) akan membangun proyek mix-used di kawasan Jakarta Barat pada awal tahun depan.

Direktur Maha Properti Indonesia Suwandy mengatakan perseroan telah mengamankan lahan seluas 5,2 hektare di kawasan Jakarta Barat yang dekat Sungai Cisadane. Menurutnya, MPRO berencana membangun enam tower apartemen dengan konsep mix-used di kawasan tersebut.

“Saat ini kami sedang dalam tahap perizinan. Rencananya paling lambat akhir tahun, tahap pertama akan kami lakukan,” katanya dalam paparan publik pada Rabu (6/11/2019).

Suwandy menambahkan proyek properti anyar itu akan berada di kawasan sekitar aliran Sungai Cisadane.

Perseroan, lanjutnya, telah membangun jembatan untuk penghubung alat konstruksi ke lokasi proyek. Suwandy mengungkapkan proyek anyar itu akan menghabiskan jangka waktu 5 tahun ke depan. Namun, dia menolak memerinci alokasi dana yang akan dihabiskan untuk merampungkan pembangunan proyek tersebut.

Selain di Ciledug, MPRO juga memiliki proyek di Makassar seluas 7 hektare. Rencananya, perseroan akan membangun kawasan mix-used di atas lahan tersebut.

“Kalau nantinya ada lahan potensial dengan harga menarik kami tidak menutup kemungkinan untuk mengakusisinya,” imbuhnya.

Pada kuartal III/2019, MPRO membukukan pendapatan sebesar Rp89,56 miliar atau naik 198,83% dari realisasi tahun lalu Rp29,97 miliar. Dari situ, MPRO memperkecil rugi bersih dari posisi Rp30,85 miliar pada tahun lalu menjadi Rp18 miliar pada tahun ini.

Suwandy mengatakan menyusutnya rugi bersih tidak lain berkat melambungnya pendapatan perseroan. Adapun, penyumbang paling besar adalah proyek apartemen di Solo, Jawa Tengah yang telah terjual 60% dari 444 unit yang tersedia.

“Target kami sebenarnya Rp70 miliar pada tahun ini tapi per September kemarin realisasinya sudah Rp89,56 miliar. Kami optimistis tahun ini akan lebih baik daripada tahun lalu,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten properti

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top