Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Evaluasi Rendahnya Minat Masyarakat terhadap ORI016

Menurut Sri Mulyani, turunnya realisasi penerimaan dari penerbitan ORI016 akan dievaluasi secara menyeluruh oleh pihaknya. Kementerian Keuangan juga akan tetap melakukan penerbitan obligasi ritel untuk menjaga kebutuhan pembiayaan negara.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  14:58 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Turunnya realisasi permintaan dalam penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 menjadi catatan pemerintah dalam upaya diversifikasi instrumen pembiayaan.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sata ditemui di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (29/10/2019).

Menurut Sri Mulyani, turunnya realisasi penerimaan dari penerbitan ORI016 akan dievaluasi secara menyeluruh oleh pihaknya. Kementerian Keuangan juga akan tetap melakukan penerbitan obligasi ritel untuk menjaga kebutuhan pembiayaan negara.

"Dari penerbitan surat utang atau obligasi ritel memang ada permintaan dan ekspektasi return yang diharapkan dari masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan keselarasan antara semua pihak dalam pengelolaan dan pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Selain pengelolaan, koordinasi tersebut juga dilakukan agar imbal hasil yang ditetapkan pada sebuah surat utang atau obligasi mencerminkan risiko yang riil sesuai dengan keadaan ekonomi saat itu juga.

"Jadi imbal hasil yang didapat oleh pembeli dan penerbit [issuer] sama-sama adil," lanjutnya.

Sebelumnya, total pemesanan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 hingga hari Selasa baru mencapai Rp8,21 triliun. Angka tergolong rendah dibandingkan dengan seri sebelumnya, ORI015.

Pada seri sebelumnya yang dijual ke masyarakat pada Oktober tahun lalu, total pemesanan ORI015 mencapai Rp23,37 triliun.

Meski mengalami penurunan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada 2019 mencapai Rp48,43 triliun, tumbuh 5,3% dibandingkan dengan penerbitan SBN ritel 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ori
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top