Ringkasan Perdagangan 22 Oktober: IHSG dan Rupiah Respons Susunan Kabinet Jokowi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari kedelapan beruntun sejak Jumat (11/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  20:02 WIB
Ringkasan Perdagangan 22 Oktober: IHSG dan Rupiah Respons Susunan Kabinet Jokowi
Rupiah dan IHSG kompak menguat dua hari beruntun Rabu dan Kamis 9 dan 10 Januari 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari kedelapan beruntun sejak Jumat (11/10/2019).

Nilai tukar rupiah pun melanjutkan penguatannya dan merespons pada semakin jelasnya susunan kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (21/10/2019):

Pasar Merespons Positif Sejumlah Calon Menteri, IHSG Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,43 persen atau 26,51 poin ke level 6.225,5 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan indeks mulai berlanjut dengan dibuka naik 0,14 persen atau 8,5 poin di posisi 6.207,49, namun sempat berbalik melemah hingga menjelang akhir perdagangan, sebelum akhirnya kembali ke zona hijau.

Enam dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,92 persen, disusul sektor finansial yang naik 0,77 persen. Tiga sektor lainnya ditutup melemah, didorong oleh sektor barang konsumsi yang menguat 0,82 persen.

Dari 659 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 186 saham menguat, 224 saham melemah, dan 249 saham lainnya stagnan.

“IHSG berhasil bertahan di zona positif menyusul berita mulai terisinya beberapa pos menteri kabinet yang baru,” tulis Wafi melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (22/10/2019).

Selain itu, fokus pasar kini juga mengarah ke Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pekan ini. Menurut konsensus, Bank Indonesia diperkirakan kembali memangkas suku bunga acuan 7-Days Reserve Repo Rate pada RDG yang berakhir pada Kamis (24/10/2019).

Bursa Asia Terdorong Optimisme Kesepakatan Perdagangan China-AS

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (22/10/2019), di tengah optimisme tentang prospek kesepakatan perdagangan China-AS.

Hari libur perdagangan di Jepang membuat volume perdagangan hari ini cenderung tipis, sementara indeks MSCI saham Asia Pacific di luar Jepang menguat 0,4 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,5 persen dan 0,39 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,1 persen.

Dilansir dari Reuters, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan pada Selasa bahwa China dan Amerika Serikat telah mencapai beberapa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan mereka, menambahkan bahwa selama kedua belah pihak saling menghormati dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Sri Mulyani Lanjut Jadi Menteri Keuangan, Rupiah Terbaik Kedua di Asia

Pada penutupan perdagangan Selasa (22/10/2019) rupiah berada di level Rp14.041 per dolar AS, menguat 0,285% atau 40 poin. Rupiah berhasil mempertahankan posisinya menjadi mata uang dengan kinerja terbaik ketiga di Asia sepanjang tahun berjalan 2019 ini.

Lanjutnya Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan pada kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua berhasil membawa rupiah ditutup menguat cukup signifikan, dan menjadi penguatan terbaik kedua di antara mata uang Asia lainnya.

Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini masih dipengaruhi oleh penantian pasar terhadap susunan kabinet menteri Presiden Joko Widodo untuk periode kedua.

Dibantu Brexit, Emas Balik Menguat

Emas berhasil berbalik menguat pada perdagangan Selasa (22/10/2019), menjelang pemungutan suara penting oleh anggota Parlemen Inggris terkait perjanjian Brexit.

Tetapi, penguatannya terbatas akibat kemajuan dalam kesepakatan dagang AS-China, yang menumbuhkan minat atas aset investasi berisiko.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (22/10) hingga pukul 15.55 WIB, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2019 di bursa Comex menguat 0,24 persen menjadi US$1.491,6 per troy ounce. Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,24 persen menjadi US$1.488 per troy ounce.

Dalam beberapa perdagangan terakhir, harga emas terus mencoba menembus level US$1.500 per troy ounce, yang makin sulit di tengah banyaknya sentimen positif di pasar.

Harga Minyak Mentah Terkunci di Area Merah

Harga minyak mentah berjangka stagnan pada Selasa (22/10/2019), terbebani oleh pembengkakan stok minyak mentah AS di tengah tanda-tanda kemajuan perdagangan AS-China.

Data Bloomberg memperlihatkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (Nymex) kontrak pengiriman November 2019 melemah 0,32 persen atau 0,17 poin ke posisi US$53,14 per barel, hingga Selasa (22/10) pukul 15.10 WIB.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent di ICE London melemah 0,17 persen atau 0,1 poin ke posisi US$58,86 per barel.

Adapun harga minyak mentah berjangka di New York dan Brent di London hanya sedikit berubah setelah jatuh dalam 2 pekan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top