Mirae Asset Sekuritas : Ketidakpastian Global dan Domestik Buat Harga SUN Bergerak Bervariasi

Sentimen eksternal dan internal akan sama-sama memengaruhi pergerakan Surat Utang Negara (SUN) pada Senin (21/10/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  09:13 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Ketidakpastian Global dan Domestik Buat Harga SUN Bergerak Bervariasi
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) bakal bervariasi pada perdagangan Senin (21/10/2019).
 
Dalam risetnya, Senin (21/10), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan terdapat ketidakpastian eksternal dan internal yang memengaruhi pergerakan harga SUN pada hari ini. 
 
Pertama, pelaku pasar modal global menunggu hasil pemungutan suara Parlemen Inggris tentang persetujuan penundaan Brexit. Kedua, investor menanti tim ekonomi Kabinet Kerja Jilid II sekaligus lelang SUN pekan ini.  
 
Oleh karena itu, pergerakan harga SUN menjadi terbatas meskipun terdapat pernyataan bernada dovish terkait pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Salah satu anggota Federal Open Market Committee (FOMC), Richard H. Clarida mengatakan ekonomi Amerika Serikat masih diliputi risiko dan terbatasnya inflasi. 
 
Pernyataan itu diperkirakan bisa mendorong variasi pergerakan harga SUN di pasar sekunder. Pascapernyataan tersebut, indeks dolar AS turun ke kisaran 97,33 poin dari sebelumnya di kisaran 97,61 poin, sehingga bisa mendorong apresiasi rupiah terhadap dolar AS pada hari ini.
 
Pernyataan Clarida juga mengerek probabilitas pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada FOMC Meeting akhir Oktober 2019, yakni menembus 91,4 persen dibandingkan dengan pergerakan pekan lalu yang secara umum probabilitasnya masih di bawah 90 persen.  
 
"Terbatasnya pergerakan harga SUN ditopang oleh ketidakpastian dari global maupun dalam negeri serta adanya agenda lelang SUN esok hari," papar Dhian. 
 
Atas proyeksi tersebut, investor direkomendasikan tak melakukan intraday trading. Adapun investor dengan orientasi jangka pendek disarankan untuk wait and see sampai lelang SUN pada Selasa (22/10). 
 
Lalu, bagi investor dengan orientasi jangka panjang bisa memilih aksi hold hingga buy seri SUN FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075, FR0065, PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015. 
 
Berikut imbal hasil beberapa seri acuan SUN:
 
FR0077: 105.85 (6.62%) - 106.20 (6.53%)
FR0081: 98.90 (6.73) - 99.20 (6.67%)
FR0078: 107.20 (7.20%) - 107.80 (7.11%)
FR0082: 97.90 (7.28%) - 98.20 (7.21%)
FR0068: 106.50 (7.62%) - 107.25 (7.54%)
FR0080: 99.50 (7.55%) - 99.90 (7.51%)
FR0079: 105.35 (7.84%) - 106.00 (7.77%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top