Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Delapan Sektor Positif, IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,41 persen atau 25,12 poin ke level 6.194,72 pada pukul 09.21 WIB, setelah dibuka menguat tipis 0,01 persen atau 0,31 poin di posisi 6.169,90 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  09:53 WIB
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Kamis (17/10/2019), didorong oleh penguatan delapan indeks sektoral.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,41 persen atau 25,12 poin ke level 6.194,72 pada pukul 09.21 WIB, setelah dibuka menguat tipis 0,01 persen atau 0,31 poin di posisi 6.169,90 dari level penutupan sebelumnya.

Adapun pada perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup di level 6.169,59 dengan penguatan 0,19 persen atau 11,43 poin.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.169,69 – 6.196,05.

Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat 0,86 persen dan barang konsumsi yang menguat 0,63 persen. Adapun hanya sektor infrastruktur yang melemah 0,01 persen.

Sebanyak 155 saham menguat, 79 saham melemah, dan 424 saham stagnan dari 658 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang masing-masing menguat 1 persen dan 1,77 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Indo Premier Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6.135 dan resistan di level 6.200.

"Kekhawatiran investor akan adanya potensi resesi ekonomi seiring dengan turunnya data penjualan ritel AS pada September di tengah ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar," tulis Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam riset harian, Kamis (17/10/2019)

Di sisi lain, menguatnya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi katalis positif di pasar. 

Di negara lainnya di Asia, bursa saham cenderung bergerak variatif. Indeks Topix melemah 0,2 persen, indeks Nikkei 225 menguat 0,18 persen, dan indeks Hang Seng mengut 1,05 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 0,24 persen dan 0,3 persen. Sementara itu, indeks Kospi melemah 0,13 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top