Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diproyeksi Bertahan di Teritori Positif, Catat Saham Pilihan Analis

Pada akhir perdagangan Kamis (17/10/2019), IHSG ditutup menguat 11 poin atau naik 0,2% ke level 6.181,01. Sepanjang tahun berjalan 2019, IHSG masih terkoreksi 0,4%.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  20:28 WIB
Karyawan memantau pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan manajer investasi, di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan memantau pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan manajer investasi, di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (18/10/2019).

Pada akhir perdagangan Kamis (17/10/2019), IHSG ditutup menguat 11 poin atau naik 0,2% ke level 6.181,01. Sepanjang tahun berjalan 2019, IHSG masih terkoreksi 0,4%.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG masih terkonsolidasi tetapi berpeluang mengalami kenaikan.

Peluang kenaikan IHSG pada perdagangan akhir pekan ditopang oleh rilis data fundamental ekonomi begitu pula dengan capital inflow secara tahun berjalan yang mendukung penguatan. Dia memperkirakan IHSG akan berada di rentang 6.056 hingga 6.241 pada perdagangan Jumat (18/10/2019).

Atas proyeksi tersebut, dia merekomendasikan saham beberapa emiten, seperti BBNI, HMSP, MYOR, ROTI, SRIL, TLKM, SMRA, WIKA dan PWON.

“Pergerakan IHSG terlihat masih terkonsolidasi dalam rentang yang wajar, peluang kenaikan masih terlihat dalam pola gerak IHSG yang ditunjang oleh kuatnya fundamental perekonomian,” katanya dalam hasil riset yang dikutip Kamis (14/10/2019).

Dalam riset yang berbeda, equity technical analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG terus mendekati target Moving Average 50 hari sebagai konfirmasi lanjutan ke level Moving Average 200 hari.

Indikator stochastic, lanjutnya, bergerak positif berada pada area overbought dengan RSI yang terlihat sedikit mengalami kejenuhan.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak sedikit tertahan dengan penguatan menguji target MA50 pada support resistance 6.150-6.230," kata Lanjar.

Menurut Lanjar, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya LSIP, ICBP, BBTN, ASII, MEDC, ASRI, SCMA, dan ERAA.

Senada, equity research Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jelang akhir pekan. Pada perdagangan besok, level resistan IHSG diproyeksi ada di rentang 6.198 hingga 6.216, sedangkan level support di kisaran 6.144 hingga 6.162.

Secara teknikal, lanjutnya, candlestick membentuk doji di sekitar resistan moving average mengindikasikan rentang penguatan mulai terbatas.

"Indikator stochastic mulai menyempit. Diperkirakaan akan ada profit taking dalam jangka pendek," tuturnya.

Sejumlah saham yang direkomendasikan Artha Sekuritas pada perdagangan besok, antara lain hold MEDC, PTBA, dan CTRA, beli WIKA, dan jual BBNI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top