IHSG Melaju di Zona Hijau di Awal Perdagangan, Ini Sentimen Penggeraknya

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,75 persen atau 45,78 poin ke level 6.151,58 pada pukul 09.12 WIB dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  09:54 WIB
IHSG Melaju di Zona Hijau di Awal Perdagangan, Ini Sentimen Penggeraknya
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pergerakannya di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (14/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,75 persen atau 45,78 poin ke level 6.151,58 pada pukul 09.12 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (11/10), IHSG ditutup di level 6.105,80 dengan penguatan 1,36 persen atau 82,16 poin, rebound dari penurunan hari kedua berturut-turut.

Indeks sebelumnya dibuka menguat 0,38 persen atau 23,43 poin di posisi 6.129,23. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.129,23 – 6.153,34.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin oleh sektor aneka industri dengan penguatan 1,1 persen, disusul sektor barang konsumsi yang menguat 1,04 persen.

Sebanyak 179 saham menguat, 37 saham melemah, dan 441 saham stagnan dari 657 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 1,91 persen dan 1,02 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Di negara lainnya di Asia, mayoritas bursa saham bergerak menguat meskipun dengan volume yang rendah karena bursa Jepang tidak membuka aktivitas perdagangan hari ini. Adapun indeks Kospi menguat 1,4 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 1,18 persen dan 1,23 persen, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,1 persen.

Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG saat ini terlihat berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar ditengah penantian untuk kenaikan lanjutan, dengan support level terlihat dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, katanya, capital inflow secara ytd yang masih tercatat lebih besar dibanding outflow sepanjang tahun sebelumnya masih menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Kami prediksikan hari ini IHSG berpotensi menguat di level 5.990 - 6.123," demikian menurut riset hariannya.

Sementara itu, tim analis Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan menguat setelah pasar saham global bereaksi positif terhadap ekspektasi meredanya perang dagang AS-China.

Perjanjian perdagangan akan ditulis selama tiga pekan ke depan. China juga akan membeli produk pertanian AS bernilai US$ 40-50 miliar. Sebagai kompensasi, AS sepakat menunda kenaikan tarif yang ditetapkan mulai berlaku hari Selasa pekan depan.

Sementara itu, pasar masih menunggu pengumuman anggota Kabinet Kerja jilid II. Hal tersebut dapat menjadi katalis positif untuk pasar apabila yang menteri yang terpilih sesuai harapan.

“Pelaku pasar modal berharap, tim ekonomi Kabinet Kerja jilid II tidak didominasi oleh para politisi,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top