Sejumlah Sentimen Negatif Seret Indeks Stoxx ke Zona Merah

Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Selasa (8/10/2019) karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan China dan kekhawatiran Brexit, ditambah dengan laporan kinerja emiten yang mengecewakan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  06:09 WIB
Sejumlah Sentimen Negatif Seret Indeks Stoxx ke Zona Merah
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Selasa (8/10/2019) karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan China dan kekhawatiran Brexit, ditambah dengan laporan kinerja emiten yang mengecewakan.

Ketegangan perdagangan kembali meningkat setelah pemerintah AS memperluas daftar hitam perdagangannya dan memasukkan sejumlah perusahaan startup kecerdasan buatan (AI) China pada hari Selasa.

Sementara itu, South China Morning Post mengatakan Cina telah menurunkan ekspektasinya menjelang pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing pekan ini.

"Sentimen yang datang hanya dua hari sebelum pembicaraan perdagangan pada dasarnya membuat orang berpikir bahwa situasi pembicaraan perdagangan kembali mandek," kata Joshua Mahony, analis pasar senior di IG Group, seperti dikutip Reuters.

"(Daftar hitam) adalah langkah strategis dari AS dan kemungkinan akan mendapatkan semacam pembalasan dari China," lanjutnya.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,1 persen, dengan saham Qiagen yang merosot 21 persen menjadi penekan utama setelah perusahaan bioteknologi tersebut mengabarkan rencana pengunduran diri CEO serta menurunkan proyeksi penjualan kuartal ketiga.

Semua sektor utama di Eropa berada di zona merah, dan sementara sebagian besar pasar besar di kawasan tersebut merosot lebih dari 1 persen, maskipun indeks FTSE 100 London melemah hanya 0,8 persen karena eksportir diuntungkan dari pound yang tertekan.

Pound melemah 0,7 persen setelah sumber dari Downing Street mengatakan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah berbicara, namun kesepakatan jelas "sangat tidak mungkin" terjadi.

Investor sedang menunggu untuk mengetahui apakah ini adalah tanggapan resmi dari Uni Eropa untuk bersiap menghadapi hard-Brexit, ungkap Mahony.

Indeks DAX yang bergantung pada ekspor Jerman turun 1,1 persen, dengan kenaikan tak terduga pada output industri Jerman bulan Agustus memberikan sedikit bantuan dari kekhawatiran resesi ekonomi.

Di antara saham yang bergerak, sejumlah estimasi yang lemah serta kekhawatiran pengambilalihan membebani saham. Saham London Stock Exchange Group turun 5,8 persen setelah bursa Hong Kong menarik tawaran akuisisi senilai US$39 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top