Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 8 Oktober 2019

Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak terdepresiasi dalam perdagangan hari ini, Selasa (8/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani | 08 Oktober 2019 16:05 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 8 Oktober 2019
Cash Pooling

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (8/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka di level Rp14.175 per dolar AS dengan pelemahan 12 poin atau 0,08 persen dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (7/10/2019), pergerakan nilai tukar rupiah berakhir di level Rp14.163 per dolar AS dengan depresiasi 25 poin atau 0,18 persen, seiring dengan penguatan indeks dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup menguat 0,16 persen atau 0,159 poin di level 98,967 pada perdagangan Senin (7/10).

Pergerakan indeks dolar kemudian terpantau lanjut naik 0,06 persen atau 0,058 poin ke level 99,025 pagi ini, Selasa (8/10) pukul 07.54 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,010 poin di posisi 98,977.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

16:11 WIB

Pukul 15.50 WIB: Rupiah Menguat 1 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.162 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,114 poin atau 0,12 persen ke level 98,853 pada pukul 15.53 WIB.

15:40 WIB

Pukul 15.30 WIB: Rupiah Menguat 8 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.155 per dolar AS menjelang akhir perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,087 poin atau 0,09 persen ke level 98,880 pada pukul 15.22 WIB.

13:36 WIB

Pukul 13.19 WIB: Kurs Rupiah Menguat 19 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 19 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.144 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,03 persen atau 0,028 poin ke posisi 98,939.

12:05 WIB

Pukul 11.55 WIB: Kurs Rupiah Menguat 11 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.152 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,006 poin atau 0,01 persen ke posisi 98,961.

11:35 WIB

Pukul 10.58 WIB: Kurs Rupiah Menguat 13 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.150 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,003 poin ke posisi 98,964.

10:07 WIB

Pukul 09.58 WIB: Kurs Rupiah Berbalik Menguat 4 Poin

Nilai tukar rupiah berbalik menguat tipis 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.159 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,009 poin atau 0,01 persen ke posisi 98,958.

09:01 WIB

Pukul 08.50 WIB: Kurs Rupiah Melemah Tipis 2 Poin

Nilai tukar rupiah melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.165 per dolar AS, saat indeks dolar AS bergerak flat di posisi 98,964.

08:12 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Melemah 12 Poin

Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak terdepresiasi dalam perdagangan hari ini, Selasa (8/10/2019).

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak terdepresiasi pada perdagangan Selasa (8/10/2019) di kisaran Rp14.130 hingga Rp14.200 per dolar AS karena sentimen eksternal yang masih cukup kuat untuk menekan pergerakan rupiah.

Rupiah terdepresiasi pada perdagangan Senin (7/10/2019) seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar menjelang pertemuan perdagangan antara AS dan China pada pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.163 per dolar AS, melemah 0,177% atau 25 poin. Kendati demikian, sepanjang tahun berjala 2019 rupiah masih membukukan penguatan sebesar 1,6%, menjadi kinerja terkuat ketiga di antara mata uang Asia.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak menguat 0,08% menjadi 98,885.

Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah disebabkan tekanan dari eksternal, termasuk kekhawatiran negosiasi dagang, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan ketidakpastian Brexit.

Bloomberg melaporkan bahwa pejabat China memberi sinyal bahwa mereka semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan luas yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, meskipun kekhawatiran pasar terhadap ancaman resesi AS telah memudar setelah tingkat pengangguran untuk periode September tercatat turun ke level 3,5%, dari yang sebelumnya 3,7% pada Agustus, data NFP AS periode September 2019 diumumkan sebanyak 136.000, di bawah ekspektasi pasar sebanyak 145.000.

Oleh karena itu, data tersebut tidak serta merta membuat data ekonomi AS tampak baik secara keseluruhan, sehingga ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed pun masih ada.

“Data tersebut tidak banyak mengubah ekspektasi pasar bahwa Fed akan memangkas suku bunga yang mungkin pada tinjauan kebijakan berikutnya pada 29-30 Oktober untuk mendukung ekonomi AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (7/10/2019).

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 tercatat sebesar US$ 124,3 miliar. Posisi tersebut cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar US$ 126,4 miliar.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top