Investor Hati-Hati, Wall Street Ditutup Melemah

Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (7/10/2019) karena kabar terbaru mengenai perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang pembicaraan yang dijadwalkan akhir pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  06:59 WIB
Investor Hati-Hati, Wall Street Ditutup Melemah
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (7/10/2019) karena kabar terbaru mengenai perdagangan AS-China membuat investor berhati-hati menjelang pembicaraan yang dijadwalkan akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 95,7 poin atau 0,36 persen ke level 26.478,02, sedangkan indeks Standard & Poor 500 melemah 13,22 poin atau 0,45 persen ke 2.938,79 dan Nasdaq Composite turun 26,18 poin atau 0,33 persen ke 7.956,29.

Dilansir Reuters, laporan bahwa Beijing semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan yang diajukan oleh Presiden Donald Trump terus membebani sentimen.

Namun, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow membantu meredakan kecemasan dengan mengatakan AS dan negosiator perdagangan China kemungkinan dapat membuat kemajuan ketika mereka bertemu di Washington, dan mengatakan AS terbuka untuk melihat apa yang diajukan oleh Beijing.

Saham diperdagangkan menguat pada sore hari setelah seorang reporter Fox mengatakan di akun Twitter-nya bahwa kementerian perdagangan China siap untuk melakukan kesepakatan dengan AS.

Wakil juru runding perdagangan AS dan China meluncurkan putaran baru perundingan pada hari Senin yang bertujuan untuk menyelesaikan perang dagang kedua negara.

Sementara itu, Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa perundingan tingkat tinggi yang melibatkan Wakil Perdana Menteri China Liu He Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan dimulai pada hari Kamis (10/10/2019).

"Pasar sedang mencoba untuk menghasilkan ekspektasi untuk hasil pembicaraan perdagangan dan mencari tahu di mana dan bagaimana mereka ingin memperkirakannya," kata Shawn Cruz, manajer perdagangan di TD Ameritrade, seperti dikutip Reuters.

Konsesi tarif dari AS dan China bulan lalu telah memicu harapan penyelesaian perselisihan yang berkepanjangan.

Selain itu, kekhawatiran atas perang perdagangan dan indikator ekonomi telah diimbangi oleh meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga ketiga tahun ini oleh Federal Reserve.

"Ada peluang yang cukup baik dari posisi terendah pada hari Jumat, dan kami semacam kembali ke tengah rentang perdagangan baru," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments.

Investor akan segera mengalihkan fokus mereka ke kinerja kuartal ketiga yang dimulai pekan depan dengan rilis laporan keuangan sejumlah bank AS. Banyak pihak berharap mendapat kejelasan lebih lanjut tentang dampak perang dagang terhadap perusahaan AS.

Analis memperkirakan kinerja emiten pada kuartal ketiga merupakan yang terendah sejak 2016, dengan laba rata-rata emiten pada indeks S&P 500 diperkirakan turun hampir 3 persen dari tahun sebelumnya, menurut data IBES dari Refinitiv.

General Motors Co melemah 0,5 persen setelah UAW menolak tawaran terbaru untuk kontrak kerja empat tahun. 

Pergerakan Bursa Saham Amerika Serikat
IndeksLevelPerubahan (persen)

Dow Jones

26.478,02

-0,36

S&P 500

2.938,79

-0,45

Nasdaq

7.956,29

-0,33

Sumber: Reuters

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top