Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.135, Rupiah Terkerek Pelemahan Indeks Dolar

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.135 per dolar AS, menguat 58 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.135 pada Kamis (3/10).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  10:58 WIB
Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.135, Rupiah Terkerek Pelemahan Indeks Dolar
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.193 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (4/10/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.135 per dolar AS, menguat 58 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.135 pada Kamis (3/10).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 34 poin atau 0,24 persen ke level Rp14.138 per dolar AS pada pukul 10.34 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dibuka menguat 22 poin atau 0,16 persen di posisi Rp14.150 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Kamis (3/10) ditutup menguat 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.172 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.124-Rp14.150 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,021 persen atau 0,02 poin ke level 98,843 pada pukul 10.32 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,011 poin atau 0,01 persen ke level 98,875, setelah ditutup melemah 0,16 persen atau 0,155 poin di posisi 98,864.

Dilansir Reuters, dolar AS melemah setelah survei sektor jasa AS yang lemah memicu kekhawatiran bahwa tekanan dari perselisihan perdagangan AS dengan China dan negara-negara lain terus menekan ekonomi AS dan mendorongnya ke dalam resesi.

Survei dari Institute for Supply Management (ISM) AS menunjukkan indeks aktivitas non-manufaktur turun menjadi 52,6 pada September, terendah sejak Agustus 2016, dan jauh di bawah ekspektasi sebesar 55,1 dan turun dari level 56,4 pada Agustus 2019.

Data tersebut menyusul survei serupa pada manufaktur yang diumumkan pada hari Selasa, yang menunjukkan aktivitas jatuh ke level terendah lebih dari 10 tahun. Data yang lemah meningkatkan kekhawatiran akan resesi di AS.

Indeks ketenagakerjaan dalam survei turun menjadi 50,4 bulan lalu, angka terendah sejak Februari 2014, dan turun dari level 53,1 pada Agustus.

Kepala analis Sumitomo Mitsui Bank, Daisuke Uno, mengatakan serangkaian data tersebut tidak menjadi pertanda baik untuk data tenaga AS yang akan dirilis pada Jumat. Ia mencatat komponen ketenagakerjaan di ISM telah memiliki korelasi yang erat dengan data tenaga kerja.

"Masuk akal untuk berpikir jika angka tenaga kerja non-pertanian (non-farm payroll) tidak akan berada di sisi yang mengecewakan. Bahkan bisa jatuh di bawah nol," katanya.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs

4 Oktober

14.135

3 Oktober

14.193

2 Oktober

14.207

1 Oktober

14.196

30 September

14.174

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top