Mirae Asset Sekuritas : Harga SUN Bakal Terkerek Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Keyakinan investor akan berlanjutnya pemangkasan suku bunga The Fed dipicu rilis data ekonomi AS.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  09:22 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Harga SUN Bakal Terkerek Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) bakal naik pada perdagangan Jumat (4/10/2019), karena terkerek tingginya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed. 
 
Dalam dari risetnya, Jumat (4/10), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan pergerakan harga SUN berpotensi menguat hari ini, karena minat investor global terhadap aset berisiko tinggi menurun. Dengan demikian, investor diperkirakan masuk ke instrumen SUN dan berimbas pada kenaikan harga. 
 
Adapun kenaikan minat investor global terhadap aset berisiko tercermin pada turunnya indikator CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 7 persen ke level 19,12 poin. 
 
Di sisi lain, probabilitas penurunan suku bunga acuan oleh The Fed juga makin tinggi, yang tergambar dari indikator CME FedWatch. Probabilitas pemangkasan suku bunga berada di level 88,2 persen atau naik dari level sebelumnya yakni 77 persen. 
 
Makin yakinnya investor terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed dipicu rilis data PMI Non-Manufaktur berdasarkan laporan Institute for Supply Management (ISM) per September 2019, yang mencatatkan level indeks sebesar 52,60 poin atau terendah sejak Agustus 2016, dan mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 56,40 poin. 
 
Selain itu, harga minyak yang berada di level rendah sejak Agustus 2019, pun turut mendukung penguatan harga SUN hari ini. 
 
"Akhir pekan, masih ada potensi bagi harga SUN untuk menguat," ucap Dhian.
 
Kendati harga SUN diproyeksi menguat, dia tak menyarankan intraday trading. Investor dengan orientasi jangka pendek disarankan melakukan aksi jual seri SUN FR0082, FR0078, dan FR0080. Rekomendasi itu didasarkan atas potensi downside risk bagi harga SUN pada awal pekan depan, yang berasal dari rilis data penyerapan tenaga kerja AS per September 2019, yang diperkirakan rilis pada hari ini, pukul 19.30 WIB.

Data Nonfarm Payroll (NFP) per September 2019 diprediksi mencapai 156.000 tenaga kerja atau lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi pasar sejauh ini, yang sebesar 145.000 pekerja.  
 
Proyeksi tersebut di antaranya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu rata-rata harga minyak mentah dunia per September 2019 yang lebih tinggi dibandingkan dengan Agustus 2019, dan data PMI Manufaktur serta Jasa per September 2019 yang membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  
 
Untuk investor dengan orientasi jangka panjang, direkomendasikan untuk melakukan aksi hold hingga buy beberapa seri SUN seperti FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075, dan FR0065. Selain itu, seri lain yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015. 
 
"Kami kembali tidak merekomendasikan intraday trading pada perdagangan hari ini," tutur Dhian.
 
Berikut imbal hasil beberapa seri SUN acuan:
 
FR0077 (5 tahun): 105.60 (6.69%) - 106.20 (6.54%)
FR0078 (10 tahun): 106.60 (7.28%) - 107.35 (7.18%)
FR0068 (15 tahun): 105.90 (7.69%) - 106.60 (7.61%)
FR0079 (20 tahun): 105.25 (7.84%) - 105.70 (7.80%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top