Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Demo Berlanjut, Harga SUN Bergerak Variatif

Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan agar investor tak melakukan intraday trading karena keterbatasan pergerakan harga SUN.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  09:05 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini cenderung bervariasi akibat tertahan demonstrasi yang digelar untuk menolak sejumlah aturan kontroversial.

Dikutip dari hasil risetnya, Rabu (2/10/2019), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Dhian Karyantono mengatakan harga SUN akan bervariasi karena terdapat beberapa sentimen yang mempengaruhi perdagangan hari ini. Pertama, katalis negatif utama berasal dari aksi demonstrasi untuk menolak aturan yang kontroversial.

Kedua, katalis positif berasal dari eksternal yakni naiknya peluang pemangkasan suku bunga acuan. Oleh karena itu, dia menyebut pergerakan harga SUN menjadi bervariasi.

"Katalis global yang secara umum positif bagi harga SUN diperkirakan bisa mendorong variasi pergerakan harga SUN secara terbatas," ujarnya.

Adapun, naiknya peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada tahun ini tecermin pada indikator CME FedWatch. Indikator tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 64,7% pendapat pemangkasan suku bunga dan sisanya yakni 35,3% pendapat yang menginginkan agar suku bunga dipertahankan.

Ekspektasi penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin mengacu pada data PMI Manufaktur Amerika Serikat pada rilis Institute for Supply Management (ISM) per September 2019. Dari data itu diperoleh kondisi kontraksi yakni indeks menyentuh level 47,80 poin yang merupakan level terendah sejak Juni 2009.

Data itu juga berimbas pada turunnya harga minyak mentah yang positif terhadap penguatan harga SUN.

Oleh karena itu, Dhian merekomendasikan agar investor tak melakukan intraday trading karena keterbatasan pergerakan harga SUN. Untuk investor dengan orientasi jangka pendek, dia menyarankan agar melakukan buy secara bertahap beberapa seri seperti SUN FR0082, FR0078, dan FR0080.

Sementara itu, investor dengan orientasi jangka panjang disarankan untuk melakukan hold hingga buy beberapa seri SUN yakni hold hingga buy seri SUN FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075 dan FR0065. Selain itu, seri PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.

Berikut imbal hasil beberapa seri acuan SUN.

FR0077 (5 tahun): 105.50 (6.72%) - 106.00 (6.59%)
FR0078 (10 tahun): 106.25 (7.33%) - 107.00 (7.23%)
FR0068 (15 tahun): 105.45 (7.74%) - 106.15 (7.66%)
FR0079 (20 tahun): 104.95 (7.87%) - 105.60 (7.81%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top