Lawan Tren Bursa Asia, IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,18 persen atau 10,83 poin ke level 6.149,08 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka melemah 0,22 persen atau 13,81 poin ke level 6.149,08 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  09:59 WIB
Lawan Tren Bursa Asia, IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Rabu (2/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,18 persen atau 10,83 poin ke level 6.149,08 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka melemah 0,22 persen atau 13,81 poin ke level 6.149,08 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (1/10), IHSG ditutup melemah 0,5 poin atau 30,85 poin ke level 6.138,98. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.122,98-6.151,89.

Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 1,18 persen dan barang konsumsi yang menguat 0,4 persen. Di sisi lain, sektor perdagangan memimpin lima sektor yang melemah.

Sebanyak 110 saham menguat, 108 saham melemah, dan 437 saham stagnan dari 655 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing menguat 1,18 persen dan 0,38 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG.

Director Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.056 hingga 6.278 pada perdagangan hari ini.

IHSG masih terlihat berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya, memanfaatkan momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor,” ungkap William dalam risetnya, Rabu (2/9/2019),

Mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend, demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara Ytd, menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat,” lanjutnya.

IHSG menguat di saat bursa saham Asia lainnya mayoritas melemah. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing terpantau turun 0,58 persen dan 0,67 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,34 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,91 persen.

Sementara itu, tidak ada aktivitas perdagangan di bursa saham China karena libur hari nasional yang berlangsung hingga 7 Oktober mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top