AKSI EMITEN: Saham UNVR Bakal Lebih Terjangkau, MYOH Buru Kontrak Tambang Baru

Berita mengenai rencana stock split PT Unilever Indonesia Tbk menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (30/9/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 September 2019  |  08:56 WIB
AKSI EMITEN: Saham UNVR Bakal Lebih Terjangkau, MYOH Buru Kontrak Tambang Baru
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rencana stock split PT Unilever Indonesia Tbk menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (30/9/2019).

Berikut perincian topiknya:

Saham UNVR Bakal Lebih Terjangkau. PT Unilever Indonesia Tbk. mengumumkan rencana untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Aksi korporasi ini merupakan yang ketiga kalinya sejak IPO pada 1982.

MYOH Buru Kontrak Tambang Baru. Kontraktor pertambangan, PT Samindo Resources Tbk. tengah bergegas mencari kontrak tambang baru di Kalimantan dan Sumatra. Investor Relations Manager Samindo Resources Ahmad Zaki mengatakan kerja sama dengan salah satu klien perseroan yaitu PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) akan berakhir pada Desember 2019. Oleh sebab itu, perseroan tengah berusaha mencari kontrak kerja anyar.

KPAS Bidik Kenaikan 10%. PT Cottonindo Ariesta Tbk. memperkirakan penjualan mencapai Rp18,5 miliar pada kuartal III/2019 atau tumbuh 10% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sekretaris Perusahaan Johan Kurniawan mengatakan bahwa penjualan pada kuartal III/2019 membaik 10% dibandingkan dengan kuartal II/2019. Kenaikan penjualan tersebut didorong oleh strategi perseroan melakukan diversifi kasi pasar.

JSMR & WSKT Divestasi Ruas Tol. Sejumlah emiten pelat merah dan anak usahanya berencana melepas ruas tol yang dimilikinya sebagai strategi untuk menjaga ekuitas, di antaranya PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

META Buka Peluang Akuisisi di Sektor Energi. PT Nusantara Infrastructure Tbk. membuka peluang untuk kembali melakukan aksi akuisisi di sektor energi pada tahun depan. Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan sektor energi merupakan sektor yang sedang dikembangkan selain sektor utama, yaitu jalan tol.

Emiten Bidik Peluang di Ibu Kota Baru. Dua emiten penjualan alat berat yakni PT Hexindo Adiperkasa Tbk. dan PT Intraco Penta Tbk. membidik potensi kebutuhan alat berat pada proyek pembungan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top