Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Batu Bara AS Harus Bersaing Dengan Australia

Harga yang rendah dan permintaan lemah, membuat batu bara Amerika Serikat tinggal menunggu waktu untuk keluar dari pasar.
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10)./JIBI-Nurul Hidayat
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga yang rendah dan permintaan lemah, membuat batu bara Amerika Serikat tinggal menunggu waktu untuk keluar dari pasar.

Analis ekuitas Seaport Global Mark Levin dan Nathan Martin mengatakan hal tersebut dalm risetnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/9/2019).

Levin mengatakan bahwa ada persaingan sengit antara produsen AS dan Australia untuk memindahkan batu bara metalurgi ke pasar, tetapi harga lemah diperkirakan membuat produksi menjadi terhenti.

Menurut catatan tersebut, pekan lalu, Murray Energy membiarkan tambang Eagle Maple di Fayette County, Virginia Barat.

Data dari Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Tambang AS menunjukkan, tambang yang dibeli oleh Murray dari Mission Coal Company pada Maret, menghasilkan produksi tertinggi dua tahun 181.161 ton di kuartal II tahun ini.
Namun, pada paruh pertama 2019, tambang menghasilkan 281.047 ton, turun dari 318.825 ton di paruh pertama tahun lalu.

"Obrolan pasar sedang membangun siapa yang akan menjadi berikutnya dan berapa ton akan keluar jika harga ini bertahan," kata Levin.

Menurutnya pasar perlu rebound, tetapi mungkin tidak terjadi sampai akhir kuartal IV tahun ini dan kuartal I/2020. "Harapannya adalah bahwa pembelian musim pra-hujan, dalam kombinasi dengan perkiraan akhir 31 Desember untuk kuota impor China, mengarah ke persediaan kembali."

Seaport Global memperkirakan produksi batu bara AS mencapai total 73,3 juta ton pada 2020, turun dari perkiraan 2019 sebesar 75,5 juta ton dan 79,8 juta ton pada pada 2018.
"Produsen AS sekarang harus bersaing dengan Australia untuk memindahkan batu bara. Orang Australia memiliki keunggulan mata uang utama, serta keuntungan pengiriman ke pasar konsumen utama Asia. AS pada umumnya lebih unggul dalam memindahkan batu bara ke Eropa dan Brasil."

Ekspor batu bara AS diperkirakan akan turun ke 55,4 juta di 2019, dari 61,5 juta di 2018, menurut catatan itu. Pada 2020, ekspor diperkirakan mencapai 53,1 juta ton, menurut perkiraan Seaport Globa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dika Irawan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper